BPJS Kesehatan Siapkan Layanan Mudik Aman Jelang Lebaran
Sumber Foto: bidiknasional.com
Nasional

BPJS Kesehatan Siapkan Layanan Mudik Aman Jelang Lebaran

Sentra News Day - MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, rasa rindu untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman mulai dirasakan banyak orang. Hal itu oula yang dirasakan oleh Suprapti, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kota Madiin, yang tengah bersiap melakukan perjalanan mudik seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah kesibukannya menyiapkan berbagai keperluan perjalanan, Suprapti mengaku ada satu hal yang tidak pernah ia lewatkan sebelum berangkat, yaitu memastikan status kepesertaan JKN miliknya dan keluarga tetap aktif. Baginya hal tersebut menjadi bekal penting agar perjalanan mudik dapat dijalani dengan lebih tenang dan tanpa kekhawatiran apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Jadi tidak perlu cemas lagi kalau misalnya saat mudik tiba-tiba sakit dan membutuhkan pelayanan di faislitas kesehatan. Penting untuk selalu memastikan status kepesertaan JKN aktif, supaya program JKN dapat digunakan setiap saat dibutuhkan,” ungkap Suprapti.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menjelaskan bahwa peserta JKN tidak perlu khawatir apabila membutuhkan layanan kesehatan saat melakukan perjalanan mudik atau berada di luar daerah domisili. Program JKN memberikan fleksibilitas bagi peserta JKN untuk tetap mendapatkan layanan kesehatan meskipun berada di luar wilayah faislitas kesehatan tempat terdaftar.

“Program JKN memiliki prinsip portabilitas, artinya peserta tetap dapat mengakses layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Peserta JKN dapat berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di luar tempatnya terdaftar. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan maksimal tiga kali kunjungan dalam satu bulan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan non-darurat,” jelas Ita, Senin (9/3) di Madiun.

Selain itu, dalam kondisi kegawatdaruratan medis, peserta JKN dapat langsung mendatangi rumah sakit terdekat tanpa harus membawa surat rujukan dari FKTP. Dengan demikian, peserta tetap dapat memperoleh penanganan medis dengan cepat apabila mengalami kondisi darurat selama perjalanan mudik atau saat berada di kampung halaman.

Untuk peserta yang membutuhkan bantuan informasi atau mengalami kendala administrasi, BPJS Kesehatan menyediakan berbagai kanal layanan non tatap muka yang dapat diakses dengan mudah. Peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, maupun Care Center 165 untuk mendapatkan informasi dan bantuan layanan administrasi.

“Layanan digital tersebut dapat dimanfaatkan kapan saja oleh peserta JKN, sehingga informasi maupun bantuan administrasi tetap dapat diperoleh oleh peserta JKN tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” tambah Ita.

Bagi peserta Program Rujuk Balik (PRB) dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), peserta dapat mengambil obat lebih awal dari jadwal biasanya, yaitu maksimal tujuh hari sebelum obat habis, sehingga kebutuhan obat tetap terpenuhi selama menjalani perjalanan mudik. Peserta PRB yang melakukan perjalanan ke luar kota, obat juga dapat diambil di apotek PRB yang berada di daerah tujuan mudik. Sementara itu, bagi peserta dengan penyakit kronis yang membutuhkan layanan lanjutan, peserta dapat berobat ke FKTP di daerah tujuan mudik dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan serta pengambilan obat di instalasi farmasi rumah sakit tersebut.

Selain itu, Ita juga mengingatkan pentingnya memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Dengan status kepesertaan aktif, peserta dapat mengakses layanan kesehatan kapan dan di mana saja.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu memastikan status kepesertaan JKN tetap dengan rutin membayar iuran setiap bulan. Dengan status kepesertaan aktif, perlindungan kesehatan tetap terjaga, baik saat perjalanan mudik maupun ketika berada di kampung halaman,” tutup Ita. (rn/tk/red)