Polda Papua Barat Salurkan 350 Paket Sembako untuk Pengungsi Moskona
Sumber Foto: Merdeka.com
Internasional

Polda Papua Barat Salurkan 350 Paket Sembako untuk Pengungsi Moskona

Polda Papua Barat salurkan bantuan kemanusiaan berupa 350 paket sembako bagi ratusan warga pengungsi Distrik Moskona, Teluk Bintuni, yang terdampak konflik KKB. Simak upaya pemulihan keamanan oleh Polda Papua Barat!

14:01:00

Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat telah menyalurkan bantuan kemanusiaan penting bagi ratusan warga yang mengungsi. Bantuan ini ditujukan kepada masyarakat Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni. Mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggal akibat aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Sebanyak 350 paket sembako diserahkan langsung oleh Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Alfred Papare. Penyerahan ini didampingi oleh Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Judson Ferdinand Waprak dan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy. Proses penyaluran bantuan ini berlangsung pada Jumat (20/2) di Bintuni.

Kapolda Alfred Papare menegaskan bahwa Polda berkomitmen penuh memulihkan situasi keamanan di Moskona. Tujuannya agar warga pengungsi dapat segera kembali beraktivitas normal di kampung halaman mereka. Ini adalah langkah konkret kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak.

Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Polda Papua Barat

Polda Papua Barat menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan signifikan. Penyaluran ini menyasar ratusan warga pengungsi dari Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni. Mereka adalah korban langsung dari gangguan keamanan yang disebabkan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Bantuan yang diserahkan berupa 350 paket sembako, sebuah langkah nyata untuk meringankan beban para pengungsi. Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Alfred Papare secara langsung memimpin penyerahan bantuan tersebut. Ia didampingi oleh Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Judson Ferdinand Waprak dan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, menunjukkan sinergi antarlembaga.

Proses penyerahan bantuan dilakukan pada Jumat (20/2) di Bintuni, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kapolda Alfred Papare di Manokwari pada Sabtu (21/2). “Jumat (20/2) kemarin kami sudah serahkan bantuan sembako bagi warga pengungsi di Bintuni,” ujarnya. Ini menegaskan respons cepat pihak kepolisian terhadap krisis kemanusiaan.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menambahkan bahwa penyaluran ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri. Pihaknya berkomitmen untuk membantu warga yang terdampak konflik bersenjata. Upaya ini diharapkan dapat membawa harapan baru bagi para pengungsi.

Komitmen Pemulihan Keamanan dan Dukungan Lintas Sektor

Polda Papua Barat tidak hanya fokus pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga pada pemulihan keamanan jangka panjang. Kapolda Alfred Papare secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengembalikan kondisi kondusif di wilayah Distrik Moskona. Tujuannya adalah agar warga dapat kembali ke rumah dan melanjutkan kehidupan mereka.

“Kami menjamin keamanan dan keselamatan warga setelah kejadian konflik kemarin,” kata Alfred Papare. Jaminan ini penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat. Pemulihan ini membutuhkan dukungan luas dari berbagai pihak. Pemerintah daerah setempat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diharapkan turut serta.

Sinergi semua pihak sangat krusial dalam mewujudkan situasi Moskona yang kembali kondusif. Tanpa dukungan kolektif, upaya pemulihan keamanan akan menjadi lebih menantang. Polda Papua Barat percaya bahwa kolaborasi akan mempercepat proses normalisasi di wilayah tersebut.

Strategi Pengamanan dan Pendekatan Kemanusiaan Berkelanjutan

Selain penyaluran bantuan, Polda Papua Barat bersama Kepolisian Resor (Polres) Teluk Bintuni terus mengimplementasikan langkah-langkah pengamanan. Pendekatan kemanusiaan juga menjadi prioritas guna mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat Moskona. “Langkah-langkah pengamanan dan pendekatan kemanusiaan terus dilakukan secara berkala,” jelas Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo.

Sebagai bagian dari strategi pengamanan, Polda Papua Barat berencana membangun tiga Pos Brimob. Pos-pos ini akan didirikan di wilayah Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh. Pembangunan ini bertujuan untuk mempertebal pengamanan dan secara efektif mencegah gangguan dari KKB di masa mendatang.

Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari. Koordinasi ini diperkuat dengan adanya penempatan personel bawah kendali operasi (BKO) dari Batalyon Infanteri 401/Alugoro. Kolaborasi TNI-Polri ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan stabil bagi seluruh warga.

Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas di Papua Barat. Dengan kombinasi pengamanan yang kuat dan pendekatan kemanusiaan, diharapkan masyarakat Moskona dapat segera bangkit dari dampak konflik. Kehadiran aparat keamanan memberikan rasa aman dan dukungan bagi warga.