Pigai: Penolakan Program Sosial Sama dengan Menentang HAM
EDITORNEWS.ID - Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai kembali menyita perhatian publik. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang berupaya meniadakan program sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih, dinilai bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia (HAM).
“Maka orang yang mau meniadakan Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, adalah orang yang menentang HAM,” tegas Pigai.
Meski demikian, ia menekankan bahwa kritik tetap diperbolehkan selama bertujuan memperbaiki kualitas layanan, bukan untuk menghapus hak dasar masyarakat.
Pigai juga menyebut program Makan Bergizi Gratis selaras dengan agenda global yang didorong oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa , termasuk rekomendasi dari UNICEF terkait pendidikan gizi, pendidikan, dan kesehatan anak.
Menurutnya, menjadi tidak relevan bila ada pihak yang meminta izin program yang sejalan dengan komitmen internasional tersebut.
Ia menambahkan, pelaksanaan program-program sosial itu merupakan amanat rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka . Mandat tersebut, kata Pigai, juga mencerminkan komitmen Indonesia di mata dunia.
Dalam nada tegas, Pigai menyayangkan jika program sosial tersebut dipolitisasi. Ia menilai program pengaitan dengan kepentingan pemilu sebagai bentuk ketidakberpihakan terhadap masyarakat kecil.
“Ketika program-program yang baik ini diarahkan ke Pemilu, maka menurut saya itu melawan orang kecil. Itu orang jahat. Orang yang tidak punya hati nurani. Orang yang tidak punya hati bagi orang kecil yang di depan mata orang miskin,” ujarnya.***




