Pigai: Menolak MBG Adalah Penolakan Terhadap Hak Asasi Manusia
Sumber Foto: Tempo.co
Hukum

Pigai: Menolak MBG Adalah Penolakan Terhadap Hak Asasi Manusia

MENTERI Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan pihak yang ingin menghapus program Makan Bergizi Gratis (MBG) berarti menentang hak asasi manusia (HAM). Menurut dia, program MBG dan program pemerintah lain, seperti Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, serta Koperasi Desa Merah Putih, merupakan program yang berpihak kepada rakyat dan sejalan dengan prinsip HAM.

“Maka, orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, sekolah rakyat, dan koperasi merah putih adalah orang yang menentang hak asasi manusia,” ujar Pigai kepada wartawan di kantornya, Jumat, 20 Februari 2026.

Pigai menegaskan ia tidak melarang masyarakat mengkritik program pemerintah, termasuk MBG. Namun, ia meminta masyarakat menyampaikan kritik secara membangun dan tidak bertujuan menghapus program tersebut.

Pigai menilai pihak yang ingin menghilangkan program MBG berarti menentang upaya negara dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Ia menyatakan program MBG telah sejalan dengan dorongan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama anak-anak.

Ia juga mengkritik pihak yang mengaitkan program MBG dengan kepentingan politik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Menurut Pigai, program MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan bentuk pemenuhan kewajiban negara dalam menjamin hak asasi warga negara.

“Negara wajib memiliki kewajiban untuk satu, memberi jaminan kebutuhan hidup atas sandang, pangan, dan papan. Wajib. Itu kewajiban negara, enggak ada hubungan dengan politik. Dan itu keinginan PBB melalui UNICEF (United Nations Children’s Fund) bagi orang kecil. Kenapa Anda menolak dan menentang?” kata Pigai.