Pertunjukan Wayang Bambu Meriahkan HUT Kodam III/Siliwangi di Bogor
Sumber Foto: ANTARA News Megapolitan
Pusat Update

Pertunjukan Wayang Bambu Meriahkan HUT Kodam III/Siliwangi di Bogor

Bogor, Jawa Barat - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam III/Siliwangi yang ke-71, Yayasan Bakatul mengadakan pertunjukan wayang bambu di pusat perbelanjaan Botani Square, Bogor, pada Rabu malam. Kegiatan ini bertujuan untuk menghibur pengunjung sekaligus memperkenalkan seni tradisional khas Bogor.

Pertunjukan wayang bambu yang dihadirkan mengangkat tema-tema relevan, seperti isu-isu kekinian terkait dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penyalahgunaan narkoba, serta peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Wakil Ketua Yayasan Bakatul, Gatut Sutanta, menjelaskan, “Ini adalah kali pertama pertunjukan wayang bambu diadakan di mal. Kami ingin memperkenalkan wayang bambu sebagai warisan budaya asli Bogor kepada masyarakat luas.”

Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Bakatul dan Kodim 0606/Kota Bogor. Pertunjukan ini dibawakan oleh dalang Ki Drajat Iskandar, yang dikenal luas dalam dunia seni wayang. Tema yang diusung dalam pertunjukan ini adalah “Dengan Budaya Kita Berdaya”.

“Wayang bambu hanya ada di Bogor. Budayawan dan TNI bersatu untuk melestarikan budaya. Kami menyasar anak-anak muda, oleh karena itu kami memilih lokasi di mall,” tambah Gatut.

Rencananya, pertunjukan wayang bambu akan dilaksanakan setiap pekan di sejumlah pusat perbelanjaan yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor. Terdapat sekitar sepuluh lokasi yang telah dijadwalkan untuk menampilkan kesenian ini.

Wayang bambu adalah bentuk kesenian tradisional yang terbuat dari bahan bambu. Berbeda dengan wayang lainnya yang biasanya mengisahkan cerita Ramayana dan Mahabharata, wayang bambu di Bogor menyajikan cerita-cerita rakyat yang berkaitan dengan sejarah dan budaya lokal, seperti kisah Prabu Siliwangi serta perkembangan kesultanan setelah masuknya Islam ke Jawa Barat.

Gatut menambahkan, “Cerita yang diangkat dalam pertunjukan juga mencerminkan isu-isu yang sedang terjadi saat ini.”

Sanggar seni wayang bambu yang dipimpin oleh Ki Drajat Iskandar didirikan pada tahun 2000 sebagai wadah bagi seniman untuk berkolaborasi dalam melestarikan kesenian wayang bambu.