Pertumbuhan Pesat Startup Digital di Lamongan Didorong Kalangan Milenial
Sentra News Day - Radar Lamongan - Startup (perusahaan perintis) Lamongan tumbuh cukup pesat. Dari 17.000 industri kecil menengah (IKM) binaan, sekitar 60 Persen dikelola kalangan muda (milenial) dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) atau secara digital.
‘’Meski masih sebagai perintis, namun gagasan penciptaan 10 ribu wirausaha baru yang digagas pak bupati (Bupati Yuhronur Efendi) bisa terwujud sebagai lahirnya startup digital,’’ terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M. Zamroni kemarin (26/9).
Menurut dia, saat ini di Lamongan semua pelaku usaha sudah semakin melek dengan kemajuan teknologi. Mereka mulai memanfaatkan jasa pemasaran berbasis digital. Sehingga produknya ditawarkan melalui instagram, facebook dan pemasaran lain berbasis teknologi.
Dia mengungkapkan, startup digital yang berkembang di Lamongan segmentasinya luas. Dia mencontohkan, adanya influencer yang bertindak sebagai membantu memasarkan produk untuk menarik lebih banyak konsumen, karena mereka memiliki pengikut di akun sosial media yang cukup banyak.
Selain itu, seseorang yang memiliki kemampuan di bidang IT juga ikut terlibat dalam pemasaran produk lokal. ‘’Sehingga bisa membantu memasarkan produk meski bukan sebagai produsen,’’ ujarnya. Zamroni melanjutkan, bisnis digital ini sebenarnya berkaitan dengan kecepatan akses, sehingga bisa memanfaatkan kesempatan.
Selain mendorong perkembangan startup digital, Pemkab Lamongan juga memfasilitasi sarana kurir dan pemasarannya. Misalnya, dengan dibuatnya pasar online Lamongan (POL) oleh Perumda Pasar dan lala (lapak Lamongan).
‘’Perkembangan POL dan lala cukup bagus untuk memasarkan produk2 Lamongan. Diharapkan ke depan bisa berkembang seperti Grab, atau lebih luas lagi seperti Shopee, Bukalapak, dan lainnya,’’ tandasnya. Zamroni menambahkan, jasa kurir yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai media promosi juga bisa dikategorikan startup.
Sehingga pemerintah dalam hal ini terus memfasilitasi semua pelaku usaha dalam menguatkan branding produknya. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pelatihan foto dan video produk. Selain itu membantu dan mendata para pelaku usaha yang sudah memanfaatkan startup digital dalam mendapatkan izin PIRT dan halal untuk makanan.
“Sebenarnya Lamongan sudah mulai memanfaatkan bisnis berbasis digital sejak lama tapi kita perkuat lagi dengan program bupati menciptkan 10 ribu wirausaha yang bisa membuka peluang pemanfaatan startup digital,” tambahnya.
Upaya menggenjot startup digital sebagai salah satu upaya Pemkab Lamongan membangkitkan perekonomian sekaligus penanggulangan kemiskinan juga disampaikan Bupati Yuhronur Efendi kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Abdul Halim Iskandar saat berkunjung ke Lamongan, Sabtu lalu (25/9).
“Pada prinsipnya, kami siap untuk 0 persen kemiskinan ekstrim khususnya di Lamongan, sesuai target pemerintah pusat pada 2024. Melihat strategi dan beberapa hal tersebut, pada prinsipnya elemen-elemen yang kita gunakan nanti untuk kesuksesan strategi itu sebenarnya sudah siap. Mulai posyandu (kesehatan), pendidikan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat. Tinggal penajaman di masing-masing itu,” ungkap pak YES.




