Pentingnya Perhatian Terhadap Kesehatan Mental Anak di Indonesia
RRI.CO.ID, Bogor - Kesehatan mental anak menjadi perhatian serius dalam dialog Bogor Siang Ini – Indonesia Sehat yang mengangkat topik “Alarm Kesehatan Mental Anak: Tanda yang Sering Terlewat.” Narasumber utama, dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, menegaskan bahwa isu kesehatan jiwa anak belum mendapat perhatian sepadan dengan kesehatan fisik. Padahal, keduanya sama-sama menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Saat berbincang bersama Delis Noor, Penyiar Pro 1 RRI Bogor Menurut dr. Lahargo, usia anak dan remaja merupakan fase yang sangat rentan terhadap gangguan kejiwaan. Ia menyampaikan bahwa banyak masalah mental berawal sejak dini namun luput dari pengamatan lingkungan terdekat. “Kesehatan jiwa anak sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan harus diperhatikan sejak awal,” ujarnya.
Data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menunjukkan bahwa 1,5 persen anak usia 10–14 tahun mengalami depresi. Angka tersebut meningkat menjadi 3–4 persen pada kelompok usia 15–19 tahun, yang menandakan eskalasi risiko seiring bertambahnya usia. Fakta ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental anak bersifat nyata dan meluas.
Dr. Lahargo menjelaskan bahwa tanda awal gangguan mental sering kali tidak disadari. Anak yang mulai menarik diri dari lingkungan, mengalami perubahan emosi drastis, atau mengalami gangguan tidur kerap dianggap sebagai perilaku biasa. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi alarm awal gangguan psikologis.
Ia juga menyoroti penurunan prestasi akademik dan seringnya anak tidak masuk sekolah sebagai gejala yang patut diwaspadai. Menurutnya, perubahan fungsi sosial dan akademik jarang terjadi tanpa sebab. “Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih berat,” katanya.
Faktor pemicu gangguan mental anak sangat beragam dan saling berkaitan. Dr. Lahargo menyebut beban peran dewasa pada anak, tekanan ekonomi keluarga, bullying, serta pengaruh media sosial sebagai faktor dominan. Kurangnya dukungan emosional dari lingkungan terdekat turut memperparah kondisi tersebut.
Melalui dialog ini, dr. Lahargo mengingatkan bahwa kesehatan mental anak adalah tanggung jawab bersama. Ia menegaskan bahwa deteksi dini dan kepedulian lingkungan dapat menjadi langkah awal pencegahan. Menurutnya, kepekaan terhadap perubahan perilaku anak merupakan kunci utama penyelamatan kesehatan jiwa generasi muda.




