Pengungsi Banjir Lhokseumawe Resmi Tempati Huntara
Ringkasan Berita:
Pengungsi banjir yang tersebar di beberapa lokasi dalam wilayah Kota Lhokseumawe sudah menempati Huntara.
Jumlah huntara di Kota Lhokseumawe berjumlah 67 unit. Rinciannya, 55 unit di Gampong Blang Naleung Mameh, 10 unit di Gampong Jambo Timu, serta masing-masing 1 unit di Gampong Ulee Jalan dan Gampong Uteunkot.
Selain hunian sementara, sebut Sayuti, para penerima manfaat juga memperoleh paket sembako, selimut, matras, dan kipas angin untuk mendukung kebutuhan dasar keluarga.
Saya sudah menginstruksikan jajaran teknis mulai dari gampong hingga ke kecamatan untuk segera melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan. SAYUTI ABUBAKAR, Wali Kota Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pengungsi banjir yang tersebar di beberapa lokasi dalam wilayah Kota Lhokseumawe dilaporkan sudah menempati hunian sementara (Huntara).
Sehingga, sesuai data terkini dari BPBD Lhokseumawe, tidak ada lagi pengungsi di kota tersebut yang masih menempati tenda darurat.
Kepastian para pengungsi sudah mulai menempati huntara ditandai dengam acara seremonial penyerahan kunci huntara oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar SH MH kepada korban banjir.
Proses penyerahan kunci yang juga adanya pemotongan nasi tumpeng dan peusijeuk tersebut berlangsung di Huntara Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Senin (16/2/2026).
Turut hadir Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr Ahzan, Sekdako Lhokseumawe, A Haris, Plh Kepala BPBD Lhokseumawe, Said Bakhtiar ST MT, dan tamu undangan lainnya.
Jumlah huntara di Kota Lhokseumawe berjumlah 67 unit. Rinciannya, 55 unit di Gampong Blang Naleung Mameh, 10 unit di Gampong Jambo Timu, serta masing-masing 1 unit di Gampong Ulee Jalan dan Gampong Uteunkot.
Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui BNPB. “Kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BNPB atas dukungan dan penyerahan 67 unit hunian sementara. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman,” ujar Sayuti Abubakar.
Selain hunian sementara, sebut Sayuti, para penerima manfaat juga memperoleh paket sembako, selimut, matras, dan kipas angin untuk mendukung kebutuhan dasar keluarga.
Sayuti Abubakar menambahkan, bagi masyarakat terdampak yang tidak menempati huntara, pemerintah sudah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) selama tiga bulan. Di mana jumlahnya Rp 600.000 untuk satu kepala keluarga per bulan. Ini untuk membantu biaya sewa tempat tinggal selama pembangunan hunian tetap berlangsung.
Terkait masyarakat terdampak yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan, Sayuti Abubakar menegaskan, bahwa jajaran teknis sudah diperintahkan untuk mempercepat pendataan sebagai usulan tahap II.
“Saya sudah menginstruksikan jajaran teknis mulai dari gampong hingga ke kecamatan untuk segera melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan. Bagi masyarakat yang belum terakomodir, kami minta bersabar karena seluruh proses harus melalui mekanisme yang berlaku agar bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sayuti Abubakar juga menambahkan, bahwa pemerintah sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) di Gampong Padang Sakti dan Gampong Meunasah Mayang, guna memastikan masyarakat terdampak dapat kembali memiliki rumah yang layak, aman, dan permanen.(bah)
Jaga Fasilitas
Sementara Tenaga Ahli BNPB, Herman Hidayat menjelaskan, bahwa pemerintah pusat terus memastikan tidak ada lagi korban bencana yang tinggal di tenda darurat menjelang bulan Ramadhan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat penerima huntara untuk menjaga fasilitas yang sudah diberikan, serta memanfaatkannya dengan baik sebelum hunian tetap dibangun.(bah)




