Pengungsi Alue Kuta Berharap Makanan Berbuka Sementara Tinggal di Hunian Darurat
Ringkasan Berita:
Sebanyak 35 kepala keluarga (KK) warga Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen, kini menempati hunian darurat dari kayu dan triplek di komplek Dayah Istiqamatuddin.
Hunian sementara ini merupakan bantuan lembaga sosial, menggantikan tenda darurat yang sebelumnya ditempati para korban banjir bandang.
Para penghuni adalah korban banjir yang rumahnya hilang atau rusak berat. Mereka berharap segera dibangun hunian tetap (Huntap) di desa mereka.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebanyak 35 kepala keluarga warga Desa Alue Kuta, Jangka, Bireuen sejak beberapa waktu lalu menempati hunian darurat dari kayu dan triplek di komplek Dayah Istiqamatuddin desa setempat.
Hunian dari kayu dan triplek bantuan lembaga sosial dibangun untuk mereka yang sebelumnya menempati tenda darurat.
Seluruh korban banjir warga Desa Alue Kuta yang rumahnya hilang dan rusak berat, menempati hunian tersebut bersama keluarganya.
"Kalau ada sirup dan kacang hijau dengan berbuka nanti sangat kami harapkan," ujar Rosdiana (35) seorang ibu rumah tangga yang menempati hunian tersebut kepada Serambinews.com, Jumat (20/2/2026) dan diamini kaum ibu lainnya untuk makanan berbuka.
Ia bersama suaminya bernama Munzir (50) dan tiga anaknya menempati satu kamar hunian tersebut.
Rosdiana bersama 34 kepala keluarga lainnya merupakan korban banjir bandang.
Rumah mereka hilang dan rusak diterjang banjir bandang.
Para korban banjir mengaku, sudah mendapat informasi akan segera dibangun hunian tetap di desa mereka dalam waktu dekat.
Dengan adanya program pembangunan rumah, mereka mengharapkan segera selesai karena sudah tiga bulan menjadi pengungsi korban banjir.
Di pengungsian katanya, semua harus dimaklumi.
Serba kekurangan, utamanya makanan berbuka puasa.
"Kalau ada sirup sirup maupun kacang hijau untuk bahan berbuka sangat berguna bagi kami,
apalagi banyak anak-anak," ulang Rosdiana.
Ada beberapa deretan hunian berbentuk panggung terpisah ditempati warga setempat.
Ada satu kamar ukuran 2,5 x 3 meter ditempati lima orang satu keluarga dan ada juga ditempati seorang nenek bersama cucunya.




