Muhammadiyah Desak PBB Sanksi AS dan Israel atas Serangan ke Iran
Hukum

Muhammadiyah Desak PBB Sanksi AS dan Israel atas Serangan ke Iran

Sentra News Day - YOGYAKARTA, LIRANEWS.COM | Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sikap resmi terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran. Dalam pernyataan tertulis bernomor 16/PER/I.0/B/2026 tertanggal 13 Ramadan 1447 H atau 2 Maret 2026, Muhammadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel.

“Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni dan Sekretaris Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D.

Muhammadiyah menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta korban lain yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel. Belasungkawa juga disampaikan kepada korban serangan balasan Iran di sejumlah negara Arab.

Organisasi ini menilai tindakan militer tersebut melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional, serta mengabaikan berbagai keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Karena itu, Muhammadiyah menyerukan agar PBB menjatuhkan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel dan merealisasikannya melalui langkah konkret.

Selain mendesak PBB, Muhammadiyah juga meminta Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah untuk menghentikan genosida terhadap bangsa Palestina dan segala bentuk kekerasan yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. Organisasi ini mengingatkan pentingnya mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara, khususnya di antara sesama anggota Organisasi Kerja Sama Islam.

Muhammadiyah mendorong Iran dan negara-negara Arab untuk menahan diri serta mengedepankan dialog agar tidak terlibat konflik lebih jauh. Jalur diplomasi dinilai sebagai cara yang harus ditempuh untuk menyelesaikan krisis di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, Muhammadiyah juga mengajak seluruh negara, lembaga multilateral dan bilateral, tokoh agama, serta kekuatan masyarakat sipil di berbagai belahan dunia untuk berperan aktif menciptakan perdamaian dan keadilan global. Organisasi ini menyerukan penolakan terhadap segala bentuk tindakan sewenang-wenang yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran peradaban.

You can share this post!