Maidi Siapkan Program Kerja 100 Hari Pertama Setelah Dilantik Sebagai Wali Kota Madiun
Kota Madiun akan segera mengalami perubahan kepemimpinan, dengan Maidi yang terpilih sebagai Wali Kota Madiun. Pelantikan resmi dijadwalkan pada 20 Februari 2025, bersamaan dengan kepala daerah terpilih lainnya di Jakarta. Menjelang pelantikan, Maidi telah mempersiapkan serangkaian program untuk 100 hari pertamanya, yang akan dilaksanakan bersama Wakil Wali Kota Madiun terpilih, F. Bagus Panuntun.
Maidi mengungkapkan harapannya agar masyarakat Kota Madiun dapat ikut mengawal pelaksanaan program-program yang berlandaskan visi dan misi yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya kerja sama untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Kegiatan Berkantor di Lapangan
Salah satu inisiatif utama yang diumumkan Maidi untuk 100 hari kerja pertamanya adalah berkantor di sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia percaya langkah ini akan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat serta meningkatkan perekonomian lokal.
“Dalam 100 hari pertama, saya akan berkantor di sentra UMKM. Tujuannya agar UMKM ramai dan perputaran ekonomi meningkat,” ujar Maidi. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meramaikan UMKM, tetapi juga untuk menyerap aspirasi masyarakat, sehingga kebijakan pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.
Pendekatan Terhadap Masyarakat
Maidi berencana untuk mengunjungi setiap kelurahan secara bergantian, didampingi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berfokus pada pelayanan publik, seperti pelayanan pajak dan pembuatan KTP. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kedekatan antara pemerintah dan warga.
Selain itu, Maidi juga menyampaikan bahwa Kota Madiun akan berkomitmen sebagai kota Open Government Partnership, yang berarti pembangunan akan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. “Pembangunan Kota Madiun harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” jelasnya.
“Tentunya, saya harus turun ke bawah. Itu adalah salah satu pendekatan yang akan kita lakukan ke depan,” pungkas Maidi, menegaskan komitmennya untuk melibatkan masyarakat dalam setiap langkah pembangunan.




