KONI Pusat Dukung Kebijakan Efisiensi Anggaran dalam Olahraga
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dicanangkan oleh pemerintah. Menurutnya, langkah ini sangat penting dalam pengelolaan kegiatan olahraga, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam pernyataannya di sela Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jawa Timur yang berlangsung di Surabaya, Marciano menekankan bahwa kelemahan dalam pengelolaan anggaran masih menjadi masalah yang dihadapi berbagai bidang, termasuk olahraga. Ia menegaskan bahwa pemborosan anggaran harus diminimalkan.
"Masalah efisiensi ini harus didukung sepenuhnya. Kita semua tahu, terdapat kelemahan dalam pengelolaan anggaran, dan pemborosan harus diminimalkan," ungkapnya.
Marciano juga meminta agar anggaran untuk penyelenggaraan pertandingan olahraga, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan diselenggarakan oleh KONI Jawa Timur, dapat ditinjau kembali. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pembinaan olahraga prestasi meskipun ada upaya efisiensi anggaran.
"Efisiensi anggaran bukan berarti memotong kegiatan utama, terutama untuk cabang olahraga yang berkontribusi besar terhadap prestasi," tambahnya. Ia mengingatkan agar anggaran pendukung tidak lebih besar dibandingkan dengan anggaran pelaksanaan ajang olahraga itu sendiri, dan mengajak semua pihak untuk menggunakan anggaran secara tepat guna dan tepat sasaran.
Marciano berharap bahwa pelaksanaan Porprov Jatim 2025, yang dipimpin oleh Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, sudah memiliki strategi untuk menjadikan ajang tersebut sebagai contoh dalam implementasi efisiensi anggaran tanpa mengurangi target prestasi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa prestasi atlet nasional sangat tergantung pada pembinaan yang dilakukan di daerah, termasuk di Jawa Timur. Saat ini, terdapat 60 atlet dari provinsi tersebut yang masuk dalam Pelatnas.
"Jika pembinaan di daerah tidak berjalan optimal, prestasi Indonesia di tingkat internasional pun akan terpengaruh," tegasnya.
Marciano juga mengajak seluruh pengurus KONI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk berinovasi dalam mengelola anggaran dengan cara yang transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak hanya berkaitan dengan pengurangan biaya, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang digunakan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan olahraga di Indonesia.
"Kami berharap efisiensi ini dapat menjadi budaya baru dalam pengelolaan olahraga, sehingga pembinaan atlet dapat berlangsung berkesinambungan dan prestasi Indonesia di kancah internasional semakin membanggakan," tutupnya.




