Komnas HAM Investigasi Kasus Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku
Sumber Foto: Kompas.tv
Hukum

Komnas HAM Investigasi Kasus Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku

Kompas.tv

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Deni Muliya

JAKARTA, KOMPAS.TV - Petugas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun ke lapangan mengusut kasus anggota Brimob, Bripda MS diduga menganiaya pelajar di Tual, Maluku hingga meninggal dunia.

"Komnas HAM melalui perwakilan Komnas HAM di Maluku sudah melakukan koordinasi, turun ke lapangan, dan juga mengikuti proses sidang etik, tetapi Komnas HAM RI juga akan segera turun ke lapangan," kata Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dalam keterangannya, Selasa (25/2/2026).

Ia menyebut langkah itu dilakukan untuk memperkuat pemantauan yang sudah dilakukan oleh perwakilan Komnas HAM Provinsi Maluku.

Baca Juga: Brimob Penganiaya Pelajar hingga Tewas Minta Maaf: Saya Lalai, Saya Tak Punya Niat Menganiaya

Anis menambahkan, nantinya pihaknya akan mendalami informasi ke berbagai pihak.

Namun demikian, ia belum menjelaskan lebih jauh perihal siapa saja pihak yang akan dimintai keterangan dalam proses tersebut.

"Nanti akan kami informasikan berikutnya ya siapa yang perlu kami panggil, siapa yang perlu kami temui, dan data informasi sejauh apa yang harus kami dapatkan ketika turun ke lapangan itu," jelasnya dilansir dari Antara.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan Bripda MS bermula saat patroli Brimob melakukan kegiatan cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (19/2/2026) dini hari.

Patroli yang awalnya berada di Kompleks Mangga Dua, Langgur, kemudian bergeser ke Desa Fiditan, Kota Tual.

Saat berada di lokasi, Bripda MS bersama sejumlah aparat lainnya turun dari kendaraan dan melakukan pengamanan.

Tak lama setelah itu, dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadi menuju Tete Pancing.

Bripda MS diduga mengayunkan helm taktikal sebagai isyarat, namun mengenai pelipis kanan korban yang kemudian terjatuh dari sepeda motornya dengan posisi telungkup.

Korban lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan. Namun, pada pukul 13.00 WIT korban dinyatakan meninggal dunia.

Akibat perbuatannya, Bripda MS telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat dari Polri.

Baca Juga: Komnas HAM Sebut Anggota Brimob Aniaya Siswa Tak Cukup Dipecat, Dorong Proses Hukum Transparan

TAG : komnas ham brimob aniaya pelajar maluku pelajar tewas dianiaya anggota brimob

Sumber : Kompas TV/Antara.

KOMPASTV SHORTS

KECELAKAAN BERUNTUN DI JALUR BROMO, 4 WISATAWAN TERLUKA #short

ANAK BUNUH IBU KANDUNG, DIDUGA KARENA DENDAM #short

SAKIT HATI, PRIA BUNUH KEKASIH DI PANDEGLANG #short

POLISI TEWAS DITEMBAK PELAKU CURANMOR DI LAMPUNG #short

KEMBANG API DAN FLARE PENUHI STADION MAGUWOHARJO #short

Lihat Semua

BERITA LAINNYA

KOMPAS DUNIA

Kapal MV Hondius Terdampak Hantavirus Sandar di Spanyol, Operasi Penyelamatan Dilakukan

10 Mei 2026, 23:55 WIB

KOMPAS DUNIA

14 Polisi Tewas akibat Bom Bunuh Diri di Pakistan, Kelompok Sempalan Taliban Klaim Bertanggung Jawab

10 Mei 2026, 23:25 WIB

Jawa Timur

Satgas MBG Bangkalan Soroti Puluhan Dapur Program Makan Bergizi Gratis Belum Beroperasi

10 Mei 2026, 22:55 WIB

Jabodetabek

Satu WNI Pelaku Judol di Hayam Wuruk Ternyata Pernah Bekerja di Kamboja!

10 Mei 2026, 22:54 WIB

Selebriti

Maia Estianty Haru Sambut Kelahiran Cucu Pertama dari Al Ghazali dan Alyssa Daguise

10 Mei 2026, 22:33 WIB

KOMPAS DUNIA

[FULL] Timur Tengah Memanas! Pakar HI dan Pengamat Baca Peluang AS-Iran Kembali Berunding

10 Mei 2026, 22:31 WIB

Info Publik

BMKG Terbitkan Peringatan Banjir Rob di Pesisir Indonesia Mei 2026, Waspada Fenomena Super Moon

10 Mei 2026, 22:28 WIB

Sepak Bola

Klasemen Super League Terbaru: Persib Bandung Kokoh di Puncak, Persija Terpaku di Posisi Ketiga

10 Mei 2026, 22:24 WIB

Beauty and Fashion

Dugaan Suspek Hantavirus Ditemukan di Kulon Progo, Ini Kata Dinkes

10 Mei 2026, 22:11 WIB

KOMPAS DUNIA

Iran Balas Proposal Damai AS di Tengah Serangan Drone ke Negara Teluk, Perang Besar Segera Berakhir?

10 Mei 2026, 22:07 WIB