Kecelakaan Kerja di Sentra Nikel Morowali Meningkat, FPE Serukan Perhatian Pemerintah
Bloomberg Technoz, Jakarta – Federasi Pertambangan dan Energi (FPE) mengungkapkan bahwa kompensasi yang harus dibayarkan akibat kecelakaan kerja di sentra industri nikel Morowali, Sulawesi Tengah, diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp80 miliar pada tahun 2024.
Sekretaris Jenderal FPE, Nikasi Ginting, mengklaim bahwa kecelakaan kerja di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terjadi hampir setiap hari dan mengakibatkan banyak korban jiwa yang tidak terungkap ke publik. "Buruh setiap hari meninggal di sana karena kecelakaan kerja. Ada juga yang jarinya terpotong dan kepalanya bocor. Masih ada kah pemerintah di kawasan Morowali? Buruh menjadi korban tiap hari, banyak penekanan, tetapi tidak ada yang bisa kita ajak bicara di kawasan," ungkapnya dalam acara ESG Forum 2025 yang berlangsung pada Selasa (3/6/2025).
Menurut Nikasi, situasi keselamatan kerja di industri nikel Morowali menjadi ironi di tengah upaya pemerintah untuk menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam sektor pertambangan nikel domestik untuk memenuhi tuntutan pasar global.
Dia juga menyoroti bahwa buruh di IMIP bekerja dengan upah yang rendah, dan lembur sering kali dianggap sebagai kewajiban, yang semakin memperburuk kondisi kerja mereka.
Isu Lain di Industri Nikel
- PHK di sektor industri nikel dituding mencapai 3.000 orang.
- Perusahaan IMIP berusaha menjawab kritik tentang praktik pertambangan yang tidak berkelanjutan.
- Cadangan nikel diperkirakan hanya cukup untuk 13 tahun ke depan, yang dapat mendorong peningkatan impor.




