Sentra News Day - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat stabil di angka 3,34 persen (yoy), didukung oleh sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah pusat serta daerah dalam pengendalian inflasi.
Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pengendalian inflasi yang efektif menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan bahwa implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional dan kebijakan moneter yang konsisten berkontribusi pada ketahanan inflasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 1 Juli, inflasi bulanan pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,44 persen (mtm). Inflasi inti juga menunjukkan stabilitas dengan angka 0,23 persen (mtm), sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 0,14 persen (mtm), didorong oleh harga komoditas seperti bawang merah dan beras, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya.
Kelompok administered prices mengalami inflasi 1,41 persen (mtm), dipengaruhi oleh kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara akibat penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,76 persen (yoy), sedangkan kelompok volatile food dan administered prices masing-masing mengalami inflasi 5,58 persen (yoy) dan 3,42 persen (yoy). Ramdan menambahkan, pengendalian inflasi ke depan diperkirakan akan tetap terjaga melalui kolaborasi antara BI dan tim pengendalian inflasi di tingkat pusat dan daerah.