Indonesia Hadapi Lonjakan Kasus Campak, Imunisasi Anak Jadi Prioritas
Sumber Foto: Radarbangsa.com
Nasional

Indonesia Hadapi Lonjakan Kasus Campak, Imunisasi Anak Jadi Prioritas

RADARBANGSA.COM - Meningkatnya kasus campak di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak. Posisi Indonesia yang disebut berada di peringkat kedua dunia dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dinilai sebagai sinyal penting untuk memperkuat kembali sistem perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak.

Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi, menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi alarm bersama untuk mempercepat dan meratakan cakupan imunisasi di seluruh daerah.

Baca juga : Sah Jadi UU, PKB Sebut UU PPRT Sebagai Tonggak Sejarah Perlindungan HAM di Indonesia

“Target (cakupan imunisasi) 95 persen bukan sekadar angka administratif, melainkan ambang batas untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Jika ada daerah yang cakupannya rendah, maka di situlah potensi wabah muncul. Dan yang paling rentan terdampak adalah anak-anak,” ujar Nurhadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Ia menilai, terdapat sejumlah faktor yang perlu dievaluasi secara jujur. Pertama, dampak pandemi Covid-19 yang sempat menurunkan cakupan imunisasi rutin dan belum sepenuhnya pulih. Kedua, ketimpangan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan. Ketiga, masih adanya misinformasi yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Baca juga : UU Perlindungan Saksi dan Korban Disahkan, PKB: Saatnya Korban Jadi Prioritas

Legislator Fraksi Partai NasDem itu menegaskan bahwa perlindungan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama negara. Ia menyatakan, DPR akan mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan percepatan imunisasi kejar secara nasional, memperkuat sistem surveilans, serta memastikan respons cepat terhadap setiap potensi KLB.

“Kami juga akan memastikan distribusi vaksin dan tenaga kesehatan benar-benar merata hingga ke daerah. Target 95 persen harus tercapai bukan hanya secara nasional, tetapi merata di setiap kabupaten dan kota,” tegasnya.