Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Fesyen Modest dan Berkelanjutan di Dunia
Sumber Foto: ANTARA News
Pusat Update

Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Fesyen Modest dan Berkelanjutan di Dunia

Peluang Besar untuk Modest Fashion

Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang yang signifikan untuk menjadi pusat fesyen dunia, khususnya dalam dua segmen yang semakin berkembang, yaitu modest fashion dan sustainable fashion.

Dalam pernyataannya, Irene menegaskan bahwa Indonesia telah menjadi rujukan utama dalam dunia modest fashion. Menurutnya, modest fashion bukan hanya busana Muslim, melainkan mencakup busana berpotongan sopan yang dapat dikenakan oleh siapa saja. Ia mencatat bahwa negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei menganggap Indonesia sebagai kiblat bagi tren terbaru di segmen ini.

Kepemimpinan dalam Sustainable Fashion

Di sisi lain, Irene juga menyoroti keunggulan Indonesia dalam sustainable fashion, yang merupakan salah satu tren global saat ini. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki akses melimpah terhadap bahan baku ramah lingkungan, yang dapat dimanfaatkan oleh para desainer dalam peragaan busana mereka. Material seperti kain perca, bahan berkelanjutan, dan pewarna alami berbasis sumber daya lokal telah menjadi pilihan utama dalam kreasi fesyen.

“Pewarna alami dan bahan baku yang ada di Indonesia itu sangat melimpah. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita mengintegrasikan itu dalam fesyen modern? Kearifan lokal dari nenek moyang kita dapat dimanfaatkan untuk menghadapi tantangan fast fashion yang sedang marak,” ujar Irene.

Permintaan Global yang Tinggi

Irene menambahkan bahwa permintaan internasional untuk produk fesyen Indonesia semakin meningkat, terutama dari pasar Timur Tengah. “Banyak yang berharap produk Indonesia bisa sampai ke Dubai dan wilayah Timur Tengah. Mereka sangat ingin berbelanja,” jelasnya.

Kondisi ini mencerminkan tingginya minat pasar global serta kebutuhan untuk memperkuat standar ekspor dan meningkatkan informasi mengenai merek lokal. Beberapa merek Indonesia telah berhasil menembus pasar internasional, dan pemerintah berencana memperluas peluang tersebut melalui inisiatif seperti Ekraf Hunt dan ASIK, yang dirancang untuk membantu jenama Indonesia dikenal di pasar global.

Kontribusi Ekonomi Fesyen

Data menunjukkan bahwa subsektor fesyen di Indonesia memberikan kontribusi sebesar 17,6 persen dari total nilai tambah ekonomi kreatif, dengan nilai mencapai Rp225 triliun pada tahun 2022. Fesyen juga menyumbang 61 persen dari total ekspor produk ekonomi kreatif pada tahun 2021. Pada tahun 2022, nilai devisa subsektor fesyen mencapai 16,47 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp274,57 triliun, dan menyerap 17 persen dari total tenaga kerja, atau sekitar 25 juta lapangan kerja.

Irene optimistis bahwa dengan memadukan kekuatan budaya, kreativitas, dan inovasi berkelanjutan, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat fesyen yang diperhitungkan di kancah internasional.