Green Rebel Foods Dapat Investasi Rp 209,8 Miliar untuk Ekspansi di Asia
Startup daging nabati Green Rebel Foods meraih investasi Rp209,8 miliar dengan valuasi Rp304 miliar untuk memperluas pasar Asia dan food service.
Produk Rebel Foods.
BERTUAHPOS — Startup penyedia daging nabati pertama di Indonesia, Green Rebel Foods, berhasil memperoleh pendanaan terbaru sebesar US$12,5 juta atau setara Rp209,8 miliar. Pendanaan ini membuat valuasi perusahaan rintisan tersebut mendekati US$18 juta atau sekitar Rp304 miliar.
Green Rebel Foods didirikan pada Oktober 2020 dan berkantor pusat di Indonesia. Startup ini berfokus memproduksi daging nabati bercita rasa Asia, seperti rendang dan sate, sebagai alternatif daging sapi konvensional.
Dalam putaran investasi terbaru ini, Green Rebel kembali mendapat dukungan dari sejumlah investor global. Beberapa di antaranya adalah Unovis NCAP Fund II, Teja Ventures, dan AgFunder Alternative Protein Fund I, sebagaimana dikutip dari Asia Business Outlook.
Sejak pendanaan awal, Green Rebel Foods telah mengumpulkan total dana sekitar US$15 juta atau Rp253 miliar. Meski demikian, perusahaan belum mengungkapkan pendapatan sepanjang tahun 2024.
Manajemen Green Rebel menyatakan saat ini perusahaan memprioritaskan penguatan kemitraan dengan merek-merek besar di sektor layanan makanan atau food service untuk memperluas distribusi produknya.
Sebelumnya, pada April 2022, Green Rebel Foods juga berhasil menghimpun pendanaan pra-seri A sebesar US$7 juta atau sekitar Rp100,6 miliar. Pendanaan tersebut melibatkan investor seperti Unovis, Better Bite Ventures, AgFunder, Teja Ventures, Grup CJ, serta pengusaha asal Singapura, Kane Lim.
Dalam strategi ekspansi regional, Green Rebel telah meluncurkan produknya di Singapura. Produk daging nabati tersebut mulai hadir dalam menu khusus sejumlah restoran mitra, seperti Empress, Privé, Love Handle, Queen of Wok, dan Dragon Chamber.
Sementara di pasar domestik, Green Rebel menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan makanan dan minuman ternama, antara lain Starbucks, Ikea, dan Domino, serta didistribusikan melalui lebih dari 100 jaringan ritel nasional.
Green Rebel menegaskan seluruh produknya dibuat dari bahan nabati alami tanpa tambahan pengawet maupun gula rafinasi. Pendekatan ini diklaim sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap kesehatan konsumen dan keberlanjutan lingkungan.
Startup ini didirikan oleh Helga Angelina Tjahjad dan Max Mandias, yang sebelumnya dikenal sebagai pendiri jaringan restoran nabati Burgreens di Indonesia.***
Tags: bisnis ekonomi produk
Share Tweet Send
Follow Berita BertuahPos di Google News
Berita Terkait
Ekonomi
Perkuat Kemandirian Ekonomi Wilayah, Hendry Munief Dorong Sinergi Bisnis antar Provinsi di Sumatera
...
Read moreDetails
Ketahanan Energi Indonesia Peringkat Kedua Dunia di Tengah Gejolak Global
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp17.222 per Dolar AS
Pemerintah Godok Tarif Baru Bea Keluar Ekspor Batu Bara
CPO Meroket, Nilai Ekspor Riau Tembus US$3,69 Miliar di Awal 2026
Kinerja Keuangan Terjaga, Jamkrindo Perluas Dukungan bagi UMKM dan Koperasi




