Gerbang Tol Getaci di Cilawu Dukung Distribusi Kentang Garut
Sumber Foto: Desk Jabar
Sentra Utama

Gerbang Tol Getaci di Cilawu Dukung Distribusi Kentang Garut

DESKJABAR – Keinginan Pemprov Jabar untuk merealisasikan proyek Tol Getaci adalah wajar karena akan sangat berdampak pada aktivitas ekonomi di wilayah Priangan Timur. Sebab jika terealisasi, jalan tol ini merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan parah di sejumlah titik dan pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi kawasan.

Salah satunya keberadaan Gerbang Tol Getaci di Kecamatan Cilawu di Garut Selatan akan menjadi akses penting untuk distribusi produk kentang di Garut selatan. Wilayah ini dikenal sebagai sentra utama kentang di Jawa Barat.

Kentang dari sentra utama di Garut ini dikenal sebagai pemasok utama kentang di wilayah Jawa Barat dengan kontribusi mencapai sekitar 70 persen.

Apalagi saat ini Pemkab Garut sedang mendorong peningkatan produktivitas kentang yang menjadi andalan mereka melalui beberapa program yang sudah berjalan, seperti Integrated Corporation Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di lahan seluas 1.000 hektare dan program UPLAND (The Development of Integrated Farming System in Upland Area) kerjasama dengan Unpad di atas lahan seluas 480 hektare.

Sayangnya, program tersebut tidak akan berjalan lancar jika tidak didukung dengan jalur logistic yang memadai, mengingat kendala utama ekonomi di Priangah Timur, termasuk di Kabupaten Garut adalah masalah kemacetan lalulintas yang sudah menjadi hal rutin, apalagi di akhir pekan dan musim liburan.

Dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) tentang Tol Getaci yang berlangsung November 2023 di Tasikmalaya dinyatakan bahwa terdapat beberapa urgensi pembangunan Tol Getaci, yakni meningkatkan konektivitas, mendukung jalur logistik, solusi kemacetan dan sebagai upaya pemerataan Jabar Utara dengan Jabar selatan.

Jalan tol dinilai akan berperan menjadi jembatan bagi Priangan Timur untuk menghubungkan antar wilayah, mendorong investasi dan pengembangan ekonomi khususnya sektor pariwisata.

Di sisi pengendalian inflasi, Jalan Tol dapat menjaga kelancaran distribusi dan mengefisiensikan pergerakan barang dan jasa.

Potensi Produksi Kentang di Garut

Saat melakukan peluncuran resmi Porgram Upland 2025-2026 di Kecamatan Cisurupan pada Juni 2025, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan bahwa program ini sejalan dengan asta cita Presiden RI nomor 2 tentang kemandirian bangsa, khususnya kemandirian pangan.

Ia menyebutkan bahwa Garut memiliki keunggulan sebagai kabupaten penyedia pangan utama, terutama untuk komoditas kentang dan jagung. Oleh karena itu, program ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga ekosistem dalam bidang pertanian, khususnya dalam penanaman kentang.

Syakur berharap agar para petani dapat memanfaatkan perhatian dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya, karena tujuannya adalah memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

Kabupaten Garut selama ini dikenal sebagai sentra utama produksi kentang di Jawa Barat. Garut secara keseluruhan merupakan daerah penyumbang terbesar produksi kentang di Jawa Barat, dengan kontribusi sekitar 79,67%.

Kepala Bidang Prasarana Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Garut Rahmat Jatnika mengatakan bahwa Kabupaten Garut memiliki salah satu komoditas unggulan yakni kentang yang selama ini terus dikembangkan di lahan seluas 7.000 hektare tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Garut selatan seperti di Kecamatan Cikajang, Cisurupan, Pasirwangi, dan Sukaresmi.

Pada tahun 2025, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus mengembangkan lahan sayuran kentang di sejumlah kecamatan untuk mencapai target produktivitas sebanyak 171.825 ton tahun 2025 dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan komoditas tersebut di sejumlah daerah.

"Target produksi kentang 2025 itu 171.825 ton, optimis tercapai dilihat dari dukungan program," kata Rahmat Jatnika.

Ia menyampaikan optimistis bisa mencapai target capaian produksi kentang tersebut melihat hasil produksi kentang tahun 2024 tercatat melimpah cukup tinggi produksinya sebanyak 194.438 ton.

Peningkatan produksi kentang di Garut terjadi karena adanya dukungan program yang tidak hanya dari pemerintah pusat maupun daerah, tapi juga dari sejumlah lembaga seperti dari Unpad.

Program pengembangan kentang yang sudah berjalan di Garut, kata dia, yakni seperti Integrated Corporation Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di lahan seluas 1.000 hektare dan program krjasama dengan Unpad yakni Upland di atas lahan seluas 480 hektare di wilayah Kecamatan Cikajang.

"Kegiatan upland ini sudah berjalan tahun 2021 sampai 2024 untuk penangkaran, sekarang 2025 di lahan 480 hektare dibuat dua tahun untuk pengembangan budi daya," katanya.

Dengan dukungan program tersebut, produksi kentang dari Garut tidak hanya mampu memenuhi pasar lokal di Garut, tapi juga memasok sebesar 60 persen untuk kebutuhan Provinsi Jawa Barat.

Diharapkan dengan adanya program tersebut akan menghasilkan peningkatan produktivitas kentang sebanyak 35 sampai 43 ton per hectare. Sementara tanpa adanya dukungan program, produktivitas petani kentang hanyalah 18 hingga 20 ton per hectare.

Gerbang Tol Getaci di Cilawu Jadi Akses Penting

Meski hingga saat ini kapan lelang ulang dan awal pembangunan proyek Tol Getaci akan dilaksanakan, namun nantinya jika jalan tol ini sudah beroperasi maka kehadiran gerbang Tol Getaci di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut akan sangat penting bagi distribusi dan jalur logistic produk kentang asal Garut tersebut.

Dalam perencanaan awal, di Kabupaten Garut akan dibangun dua gerbang tol yakni di Kecamatan Banyuresmi untuk mengakomodasi wilayah Garut utara dan gerbang tol Cilawu yang akan mengakomodasi wilayah Garut selatan.

Sebab, sentra utama kentang berada di wilayah Garut selatan seperti di Kecamatan Cikajang, Cisurupan, Pasirwangi, dan Sukaresmi. Sehingg nantinya keberadaan gerbang tol Cilawu merupakan akses terdekat yang bisa dijangkau untuk jalur distribusi kentang Garut untuk kemudian menyebar ke tujuan pasar-pasar di wilayah Jawa Barat. ***