Dua Tipe Startup AI Berisiko Gulung Tikar, Peringatan dari VP Google
Bloomberg Technoz, Jakarta -Darren Mowry, figur di Google dalam perannya memimpin organisasi startup di Cloud, DeepMind, dan Alphabet menyatakan bahwa bisnis LLM wrappers dan AI aggregators mungkin tidak akan bertahan.
Pernyataan Mowry didasari atas booming teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus melahirkan banyak perusahaan rintisan atau startup setiap saat. “Lampu peringatan untuk bisnis” menyala untuk LLM wrappers dan AI aggregators, dilaporkan TechCrunch, dikutip Senin (23/2/2026).
Startup dengan basis LLM wrappers bekerja “membungkus” model bahasa besar yang sudah ada, contoh Claude, GPT, atau Gemini, dengan lapisan UX produk guna untuk menyelesaikan masalah spesifik. Contohnya adalah startup yang menggunakan AI untuk membantu siswa belajar.
“Saat kamu cuma mengandalkan model back-end untuk melakukan semua pekerjaan dan hampir mengemas ulang model tersebut, industri tidak lagi memiliki banyak kesabaran untuk itu,” kata Mowry dalam episode terbaru Equity.
Mengemas “kekayaan intelektual (IP) yang sangat tipis di sekitar Gemini atau GPT-5” memberi sinyal kamu tidak membedakan diri, kata Mowry.
Baca Juga
Harga Bitcoin yang Bertahan di US$67 Ribu Bukan Petanda Baik
Kalender Ekonomi: APBNKita, RUPS Emiten, dan Pidato Trump
Pilih Perbaiki Roket, NASA Menunda Misinya ke Bulan
Next article →




