Doktor Methodius Kossay Resmi Pimpin PAK-HAM Papua 2026-2029
Sumber Foto: Tribunpapuatengah.com
Hukum

Doktor Methodius Kossay Resmi Pimpin PAK-HAM Papua 2026-2029

Ringkasan Berita:

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA - Tongkat estafet kepemimpinan lembaga advokasi kemanusiaan di Tanah Papua resmi berpindah tangan melalui pelantikan pengurus baru yang sarat dengan misi pembaruan.

Doktor Methodius Kossay resmi dilantik sebagai Ketua Perhimpunan Advokasi Kebijakan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua periode 2026-2029 di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu (18/2/2026).

Kehadiran Methodius yang juga menjabat Koordinator Komisi Yudisial (KY) Perwakilan Papua ini diharapkan mampu memberikan napas baru bagi kredibilitas dan profesionalisme lembaga dalam mengawal isu-isu krusial di wilayah paling timur Indonesia ini.

Methodius Kossay menggantikan posisi Matius Murib yang merupakan sosok aktivis HAM senior dengan rekam jejak konsistensi panjang.

Ia menegaskan bahwa keteladanan pendahulunya merupakan cerminan keberanian moral dan integritas tanpa pamrih bagi martabat manusia.

Perjuangan HAM di Papua dipandang sebagai sebuah lari estafet lintas generasi yang harus terus diperjuangkan demi keadilan sosial masyarakat adat.

Dedikasi pengurus sebelumnya menjadi inspirasi fundamental bagi para relawan PAK-HAM untuk tetap berdiri di sisi kemanusiaan dan perdamaian.

Methodius dalam kepemimpinannya menetapkan sejumlah agenda strategis yang menyentuh akar rumput melalui pendidikan HAM berbasis komunitas.

Program prioritas tersebut mencakup pengembangan sekolah adat serta advokasi kebijakan Otonomi Khusus untuk melindungi hak masyarakat lokal.

Langkah inovatif juga akan diambil melalui pengembangan pusat kajian dan basis data pelanggaran HAM Papua yang berbasis digital.

"Digitalisasi data ini bertujuan untuk menciptakan dokumentasi yang akuntabel, kredibel, dan sulit dimanipulasi oleh kepentingan tertentu," ujar Methodius.

PAK-HAM Papua berkomitmen menjadi ruang dialog yang sehat antara instansi negara dengan elemen masyarakat sipil.

Lembaga ini berupaya memposisikan diri sebagai motor advokasi kebijakan publik yang adil serta inklusif bagi seluruh lapisan warga.

Methodius pun meminta dukungan penuh dari unsur pemerintah, aparat keamanan, akademisi, hingga tokoh adat agar seluruh program kerja berjalan efektif.