Biskita Bogor Terancam Ditutup Akibat Kekurangan Dana
Biskita Trans Pakuan, sistem transportasi publik di Kota Bogor, menghadapi ancaman penutupan setelah Pemerintah Kota Bogor mengonfirmasi ketidakmampuan untuk mengelolanya tanpa dukungan finansial dari Pemerintah Pusat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, yang menjelaskan bahwa anggaran yang tersedia dari APBD Kota Bogor hanya sebesar Rp 10 miliar.
Menurut Marse, biaya operasional Biskita Bogor per tahun diperkirakan mencapai Rp 54 miliar. Dengan adanya penghentian subsidi dari Kementerian Perhubungan, diprediksi bahwa dengan dana yang tersedia sebesar Rp 4 miliar, sistem transportasi ini hanya dapat beroperasi selama empat bulan ke depan.
"Mengoperasionalkan selama setahun, ya tidak cukup juga. Karena kebutuhan untuk 4 koridor saja itu kurang lebih sekitar Rp 54 miliaran per tahun. Hanya untuk 4 bulan mungkin. Setelah 4 bulan tidak tahu nasibnya juga," ungkap Marse.
Lebih lanjut, anggaran yang ada diperkirakan hanya mencukupi untuk operasional dua dari empat koridor yang ada, yaitu koridor 1 dan 2. Dengan demikian, masa depan Biskita Bogor menjadi semakin tidak pasti, dan dapat berpotensi menjadi kenangan bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi publik ini.




