Batam Targetkan Produksi Cabai Merah Dua Ton per Hari untuk Penuhi Kebutuhan Warga
Batam, Kepulauan Riau – Pemerintah Kota Batam menargetkan agar petani lokal dapat memproduksi dua ton cabai merah setiap hari. Target ini ditetapkan untuk memenuhi 20 persen dari total kebutuhan cabai merah warga setempat yang mencapai sepuluh ton per hari.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam, Mardanis, menyampaikan bahwa saat ini produksi cabai merah baru mencapai sekitar 500 kilogram per hari. "Kami akan kejar hingga dua ton per hari,” ujarnya dalam konferensi pers di Batam, Selasa.
Saat ini, kebutuhan cabai merah di Batam masih bergantung pada pasokan dari daerah lain, yang seringkali tidak menentu akibat faktor cuaca dan distribusi. Hal ini menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan, menjadikan cabai sebagai salah satu penyumbang inflasi terbesar di kota ini.
Mardanis menunjukkan optimisme bahwa target produksi cabai merah dapat dicapai, mengingat petani setempat sudah mampu memenuhi seluruh kebutuhan cabai hijau. Petani yang dibina oleh Dinas Ketahanan Pangan Batam mampu memanen enam hingga tujuh ton cabai hijau setiap harinya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Batam telah membina sepuluh kelompok petani, masing-masing terdiri dari tiga hingga dua puluh orang, yang menanam cabai di lahan seluas 30 hektare di kawasan Barelang.
Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam, Jefridin, juga menekankan pentingnya peningkatan produksi cabai. Dalam kesempatan memanen cabai di Pulau Galang pada Minggu (3/11), ia menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengendalikan harga cabai agar tidak menembus Rp100.000 per kilogram.
"Cabai ini salah satu yang menjadi penyumbang inflasi di Batam. Jika harga cabai bisa kita tekan, maka akan membantu kita untuk mengendalikan inflasi di daerah ini,” tambah Jefridin.




