Apartemen Kelas Menengah Atas Paling Rentan Terhadap Dampak Konflik Global
Lifestyle

Apartemen Kelas Menengah Atas Paling Rentan Terhadap Dampak Konflik Global

Sentra News Day - JAKARTA, KOMPAS.com - Konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dinilai membawa dampak berbeda terhadap masing-masing segmen properti di Indonesia.

Ketidakpastian global yang memengaruhi sentimen investor dan konsumen membuat sejumlah sektor dinilai lebih rentan dibandingkan lainnya.

Menurut Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto, segmen yang paling rentan dalam situasi saat ini adalah apartemen kelas menengah atas.

“Yang paling rentan kalau kita lihat dengan situasi sekarang apartemen kelas menengah atas, tapi juga tergantung investor dan sentimennya,” ujar Ferry, menjawab Kompas.com, Senin (2/3/2026).

Menurut dia, apartemen di segmen tersebut cenderung dipengaruhi faktor investasi dan kepercayaan pasar. Ketika sentimen melemah, keputusan pembelian biasanya ditunda.

Selain apartemen, beberapa properti komersial juga dinilai sensitif terhadap perlambatan konsumsi.

“Beberapa properti komersial yang sangat sensitif terhadap konsumsi, contohnya mal, kemudian bisa saja hotel yang berbasis MICE juga akan sangat rentan,” katanya

Properti ritel seperti pusat perbelanjaan bergantung pada daya beli masyarakat, sementara hotel berbasis kegiatan MICE sangat dipengaruhi oleh aktivitas korporasi dan penyelenggaraan acara. Dalam situasi ketidakpastian global, aktivitas tersebut berpotensi melambat.

Segmen Properti Paling Tahan Banting

Sementara di sisi lain, Ferry menyebut segmen rumah tapak relatif lebih tahan terhadap tekanan eksternal, terutama yang berbasis kebutuhan (end-user driven).

“Rumah tapak ini harus yang berbasis kebutuhan atau end user driven. Jadi bukan rumah tapak yang dibeli atas dasar spekulasi ataupun investasi. Jadi, memang rumah yang menjadi kebutuhan untuk dihuni,” jelasnya.

Menurut dia, pasar rumah tapak di Indonesia masih didominasi oleh kebutuhan tempat tinggal, bukan semata-mata spekulasi. Hal ini membuat pergerakannya cenderung lebih stabil dibandingkan segmen lain.

Selain itu, kawasan industri yang berbasis aktivitas manufaktur riil juga dinilai relatif lebih tahan.

“Kawasan industri yang berbasis aktivitas manufaktur real juga dia relatif lebih tahan,” tambah Ferry.

Dengan demikian, dalam kondisi ketidakpastian akibat konflik global, segmen apartemen kelas menengah atas serta properti komersial berbasis konsumsi dinilai paling rentan.

Sementara rumah tapak berbasis kebutuhan dan kawasan industri manufaktur relatif lebih stabil.

You can share this post!