Aksi Kamisan Banjarbaru: Serukan Penegakan HAM dan Keadilan bagi Korban Pembunuhan oleh Aparat
Sentra News Day - REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Belasan massa yang tergabung dalam Barisan Hitam Kota Banjarbaru menggelar Aksi Kamisan di kawasan Tugu Nol Kilometer hingga depan Mapolres Banjarbaru pada Kamis (26/2/26) sore.
Aksi tersebut menyoroti dugaan pelanggaran HAM berat, khususnya kasus pembunuhan yang melibatkan oknum aparat kepolisian.
Sejak pukul 16.00 Wita, peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam dan membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Menolak Lupa Melawan Ingatan’.
Mereka juga membawa poster berisi tuntutan serta menyampaikan orasi secara bergantian.
Koordinator lapangan aksi, Wira mengatakan, solidaritas ditujukan kepada para korban dugaan pembunuhan oleh aparat.
“Solidaritas ini kita tujukan untuk para korban dari kasus pembunuhan Avan Kurniawan ojol yang ada di Jakarta, kasus pembunuhan Zahra Dila yang dilakukan oleh kepolisian di Banjarbaru, kasus pembunuhan Arianto Tawakal yang dilakukan oleh Kepolisian di Tual, kasus pembunuhan Gama yang terjadi di tahun 2024 di Semarang,” ujarnya.
Menurutnya, deretan kasus tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam penegakan hukum.
“Setiap pembunuhan di luar mekanisme hukum yang sah atau extrajudicial killing adalah pelanggaran HAM berat. Ketika aparat negara yang harusnya melindungi warga justru menjadi pelaku rampasan nyawa,” ungkapnya.
Dalam Aksi Kamisan Banjarbaru ke-21 dan Aksi Kamisan Kalsel ke-72 ini, massa menyatakan enam sikap, di antaranya mengecam pembunuhan di luar proses hukum, menuntut pengusutan transparan dan independen, mendesak evaluasi proses hukum yang dinilai tidak adil, hingga reformasi menyeluruh penggunaan kekuatan dan senjata api oleh aparat.
Mereka juga menuntut pemulihan dan restitusi bagi keluarga korban serta penghentian budaya kekerasan dan impunitas di institusi kepolisian.
Selain itu, di sela aksi, sejumlah anak-anak yang datang ke lokasi turut diberi penjelasan terkait isu yang diangkat melalui poster dan diskusi singkat.
“Saya menyampaikan bahwa kalau teman-teman mau jadi polisi silahkan jadi polisi yang baik. Tapi jika tidak ingin jadi polisi, jaga kawan-kawan, jaga keluargamu, dan jaga orang-orang di sekitarmu,” tegasnya.
Sekitar pukul 17.30 Wita, massa melakukan long march menuju depan Mapolres Banjarbaru, dan aksi ditutup dengan menyalakan lilin serta doa bersama untuk para korban dugaan pelanggaran HAM berat di Indonesia.




