ADFA dan Menteri HAM Bahas Isu Lingkungan dalam Talkshow Pertambangan
Sentra News Day - Jakarta -- Bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, Adventure Documentary Festival Academy (ADFA) menggelar talkshow bertajuk "Lingkungan & Tambang dalam Perspektif HAM & Media" di Gedung Post Kantoor, Bakoel Koffie, Jakarta, pada 14 Februari 2025.
Tema ini diangkat karena isu pertambangan kembali menjadi sorotan publik, terutama saat beririsan dengan persoalan lingkungan hidup dan hak asasi manusia (HAM).
Sejumlah narasumber lintas ilmu hadir, di antaranya Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Mugiyanto, Guru Besar Hukum Pertambangan, Abrar Saleng, Pakar biologi dan botanis, pendiri Forum Pohon Langka Indonesial, Tukirin Partomihardjo.
Selanjutnya, Ketua Environment Tourism Social Development Center (ETSDC) yang juga Dewan Pembina ADFA, Nicolaus Lumanauw. Selain itu turut hadir Narliswandi Iwan Piliang, Direktur Pengembangan (PFN), serta pakar ekologi dan drone yang aktif mendampingi warga dalam advokasi lingkungan.
Dalam diskusi, peran media menjadi sorotan utama. Media dinilai strategis dalam membentuk opini publik, mengawal akuntabilitas, serta membuka ruang dialog antara negara, korporasi, dan warga terdampak. Namun, pemberitaan isu tambang dan lingkungan kerap menghadapi tantangan, mulai dari ketimpangan informasi hingga minimnya suara masyarakat terdampak.
Mugiyanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif ADFA dan menegaskan komitmen pemerintah dalam penegakan HAM. "Kami siap bersinergi dan terbuka menerima laporan jika terjadi pelanggaran," ujarnya.
Abrar Saleng menekankan pentingnya regulasi yang kuat dan sanksi tegas terhadap pelanggaran yang merusak lingkungan. Sementara Tukirin Partomihardjo mengingatkan bahwa kerusakan ekologi akibat tambang yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan kerugian ekonomi besar dan mengancam keanekaragaman hayati.
Selain itu, Irendra Radjawali memaparkan pemanfaatan drone sebagai alat dokumentasi kerusakan lingkungan sekaligus penguatan kapasitas warga dalam advokasi.
Melalui forum ini, ADFA berharap terbangun sinergi antara media, akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk mendorong tata kelola pertambangan yang berkeadilan, transparan, serta berperspektif HAM dan keberlanjutan lingkungan. (PR)




