56 Kementerian dan Pemda Siap Gelar Seleksi CASN 2021
JAKARTA – Sebanyak 56 kementerian dan lembaga, 34 pemerintah provinsi, serta 504 pemerintah kabupaten dan kota akan mengadakan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021. Selain itu, delapan sekolah kedinasan juga akan menetapkan formasi untuk seleksi ini.
Seleksi CASN ini sejalan dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, yang mengutamakan pengembangan sumber daya manusia (SDM), penyederhanaan regulasi, dan perampingan birokrasi guna mencapai cita-cita Indonesia Maju. Pemerintah berupaya menerapkan kebijakan sistem merit melalui strategi manajemen sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) sesuai dengan Grand Design Pembangunan ASN 2020-2024.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, menjelaskan bahwa perencanaan ASN dilakukan dengan mempertimbangkan arah pembangunan nasional, potensi daerah, serta kebutuhan inti dari masing-masing instansi. "Arahan Presiden adalah untuk memperbanyak pegawai yang turun langsung ke masyarakat," ujarnya dalam program KemenPANRB News Update.
Pemerintah telah menyediakan 1.275.387 kebutuhan ASN untuk tahun 2021 yang mencakup baik pemerintah pusat maupun daerah. Penetapan kebutuhan ASN ini dilakukan berdasarkan analisis jabatan dan beban kerja.
- Formasi Kementerian dan Lembaga: Sebanyak 69.684 formasi telah ditetapkan, terdiri dari 61.129 formasi untuk kementerian dan lembaga, serta 8.555 formasi melalui sekolah kedinasan.
- Formasi Daerah: Dari 34 pemerintah provinsi, telah ditetapkan 139.443 formasi, termasuk 128.656 untuk guru dan 10.787 untuk non-guru. Sementara itu, 504 pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan 513.360 formasi, dengan 418.370 untuk guru dan 94.990 untuk non-guru.
- Rekrutmen Guru melalui PPPK: Terdapat 547.026 formasi guru yang direncanakan untuk rekrutmen melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta 21.495 formasi untuk non-guru.
- CPNS di Daerah: Sejauh ini, telah ditetapkan 84.282 formasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tingkat daerah.
Pendaftaran seleksi PPPK untuk guru direncanakan berlangsung pada Mei hingga Juni 2021, di mana peserta akan diberikan kesempatan untuk mengikuti tiga kali seleksi dalam rentang waktu Agustus hingga Desember 2021.
Formasi terbanyak untuk tenaga kesehatan di pemerintah provinsi mencakup perawat, dokter, asisten apoteker, perekam medis, dan apoteker. Sedangkan jabatan teknis yang banyak dibutuhkan di tingkat provinsi adalah pranata komputer, polisi kehutanan, pengawas benih tanaman, serta pengelola keuangan dan pengadaan barang/jasa.
Di tingkat kabupaten/kota, posisi pranata laboratorium kesehatan juga termasuk formasi yang banyak dibuka, bersama dengan jabatan teknis seperti penyuluh pertanian, auditor, dan pengelola keuangan.
Pengumuman pendaftaran CPNS, guru PPPK, dan PPPK non-guru akan disampaikan secara terpisah. Seleksi akan dilakukan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), sedangkan untuk guru PPPK akan menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tjahjo Kumolo mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dalam seleksi CASN. "Proses seleksi CASN terbuka dan tidak ada peluang untuk korupsi, kolusi, dan nepotisme. Untuk informasi terbaru, silakan ikuti website Kementerian PANRB dan BKN," tutupnya.




