13 Startup Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Pertumbuhan di Tengah Tekanan Global
Ekonomi

13 Startup Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Pertumbuhan di Tengah Tekanan Global

Sentra News Day - JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 13 startup dari Indonesia dan kawasan dinilai tidak hanya mampu bertahan di tengah tekanan global, tetapi juga tetap tumbuh. Di balik kinerja tersebut, ada strategi yang menekankan ketahanan, efisiensi, dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan pasar.

Endeavor Indonesia menyebut, perusahaan-perusahaan ini masuk dalam daftar Endeavor Outliers 2026 karena mampu menjaga pertumbuhan sekaligus menavigasi ketidakpastian bisnis.

“Para Outliers dari Indonesia menjadi pengingat bahwa membangun bisnis berskala besar dari Indonesia bukan hanya mungkin, bahkan di tengah berbagai tantangan,” kata Managing Director Endeavor Indonesia Monika Rudijono, melalui keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, keberanian founder dalam mengambil keputusan di momen krusial menjadi faktor pembeda.

“Hal itu juga ditentukan oleh keberanian para founder dan koneksi mentor yang diberikan oleh Endeavor ke lebih dari 2000 mentor di seluruh dunia untuk terus melangkah di momen-momen krusial,” ujarnya.

Pengakuan ini diberikan kepada sekitar 10 persen perusahaan terbaik dalam jaringan global Endeavor yang mencakup lebih dari 3.000 entrepreneur di lebih dari 50 negara.

Penilaian tidak hanya melihat skala bisnis, tetapi juga kemampuan mengelola risiko, menjaga efisiensi, dan mempertahankan pertumbuhan.

Di tingkat global, Outliers 2026 mencakup 238 perusahaan, termasuk 93 unicorn dan 5 decacorn, dengan total pendanaan lebih dari 31 miliar dollar AS atau sekitar Rp 511,5 triliun dalam tiga tahun terakhir.

Strategi: Adaptasi, Efisiensi, dan Keputusan di Momen Krusial

Lebih lanjut, pola yang terlihat dari para Outliers menunjukkan bahwa strategi utama bertumpu pada kemampuan beradaptasi cepat terhadap tekanan pasar, sekaligus melakukan penyesuaian model bisnis.

Selain itu, perusahaan juga menekankan efisiensi dan profitabilitas di tengah perubahan dinamika pendanaan. Langkah ini menjadi penting seiring bergesernya fokus industri dari ekspansi agresif ke penguatan fundamental bisnis.

Di sisi lain, kemampuan founder dalam mengambil keputusan di titik-titik krusial, baik saat ekspansi cepat maupun ketika harus melakukan penyesuaian strategi, menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan.

Daftar Endeavor Outliers sendiri mencakup sejumlah founder dari berbagai sektor, antara lain Edward Tirtanata dan James Prananto dari Kopi Kenangan, Umang Rustagi dan Akshay Garg dari Kredivo, Vince Iswara dari DANA, hingga Achmad Zaky dari Bukalapak dan Aldi Haryopratomo dari GoPay.

Adapun kategori Outliers dibagi berdasarkan tahapan pertumbuhan, mulai dari Early Breakout dengan pendapatan 30 juta dollar AS hingga 50 juta dollar AS, Scaling Up 50 juta dollar AS hingga 100 juta dollar AS, Scaled & Growing di atas 100 juta dollar AS, hingga Multipliers dengan exit di atas 500 juta dollar AS.

You can share this post!