ZARFIX Wakili Indonesia di Ajang Take Off Istanbul
KBRN, Jakarta: Startup teknologi asal Indonesia, ZARFIX, memperkuat langkahnya di kancah internasional dengan tampil dalam ajang Take Off Istanbul yang digelar di Istanbul, Turki. Kehadiran ZARFIX menandai meningkatnya daya saing inovasi teknologi Indonesia di persimpangan kecerdasan buatan (AI), ekonomi kreator, dan infrastruktur digital berbasis blockchain.
ZARFIX terpilih mengikuti ajang tersebut setelah melalui proses seleksi ketat dari lebih 15.000 startup pendaftar dari berbagai negara. Platform tersebut mengintegrasikan AI, commerce digital, serta elemen Web3 untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), brand, serta kreator digital.
“Kami hadir di Istanbul bukan sekadar sebagai satu startup lagi, tetapi sebagai representasi talenta, kreativitas, dan potensi teknologi Indonesia,” ujar Founder ZARFIX Muhamad Ayyash, melalui keterangan tertulis, Sabtu (13/12/2025).
Menurut dia, ZARFIX lahir dari ekosistem lokal Indonesia dan kini berdiri sejajar dengan startup global. ZARFIX dikembangkan sebagai platform terpadu yang membantu UMKM dan kreator mengelola bisnis, penjualan, serta aktivitas pemasaran secara lebih terukur dan mudah dioperasikan.
Platform tersebut menawarkan kemampuan untuk meluncurkan dan mengembangkan bisnis digital, mengelola penjualan dan kampanye pemasaran berbasis data, serta memfasilitasi kolaborasi yang lebih transparan antara brand dan kreator.
“Dengan fokus awal pada pasar Indonesia dan Asia Tenggara, ZARFIX memanfaatkan besarnya basis UMKM, dominasi populasi muda, serta meningkatnya adopsi teknologi digital di kawasan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, ZARFIX mengintegrasikan teknologi Web3 dan blockchain untuk menghadirkan transparansi, akuntabilitas, serta sistem insentif berbasis token dalam ekosistem kolaborasi. Pendekatan ini ditujukan untuk membangun lapisan kepercayaan dan reputasi digital yang lebih kredibel bagi pelaku usaha dan kreator.
“Partisipasi ZARFIX di Take Off Istanbul juga membuka akses ke jaringan investor global. Perusahaan disebut telah menerima minat konkret dari lima perusahaan modal ventura dan investor strategis internasional yang mengajukan proposal kerja sama maupun pendanaan,” katanya.
Ayyash menegaskan bahwa ZARFIX tidak berfokus mengejar pendanaan secara agresif, melainkan selektif memilih mitra yang sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan. “Kami datang membawa nilai, traksi ekosistem, dan narasi kuat dari pasar berkembang,” katanya.
Meski tengah mengikuti rangkaian kegiatan di Istanbul, ZARFIX menegaskan identitasnya sebagai produk karya anak bangsa. Pengumuman capaian ini disampaikan dari Jakarta sebagai penegasan akar lokal di tengah ambisi global.




