Warga Harapkan Belungguk Point Tidak Hanya Jadi Sentra Jus Buah
Belungguk Point, sebuah area yang tengah disiapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bengkulu untuk menjadi pusat wisata kuliner malam, mendapat perhatian dari warga sekitar. Kawasan ini berlokasi di Jalan S. Parman, Padang Jati, dan dijadwalkan akan beroperasi dari simpang Lima Kota Bengkulu, tepatnya di depan Rumah Sakit HD, hingga Gedung RRI Bengkulu. Selain itu, area ini juga akan meliputi sisi seberang mulai dari depan Bank BNI hingga kawasan Simpang Skip.
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa Belungguk Point dirancang sebagai area perkantoran selama siang hari dan bisnis kuliner pada malam hari. Dalam rencana tersebut, akan diterapkan aturan larangan kendaraan atau car free night khususnya pada malam Minggu.
Namun, harapan dari masyarakat agar Pemda lebih selektif dalam menentukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlibat di kawasan ini disampaikan oleh Bima, seorang karyawan bank swasta. Ia menekankan pentingnya keberagaman jenis usaha dan menjaga kebersihan lingkungan. "Selama ini, beberapa pelaku usaha sering meninggalkan sampah di lokasi berjualan, bahkan membuang limbah di antara pohon, bunga, dan taman. Kami berharap kawasan ini tetap bersih meskipun menjadi pusat UMKM malam hari," ujarnya.
Rara, seorang pegawai rumah sakit swasta di Padang Jati, juga menyuarakan pendapat serupa. Menurutnya, dari 25 UMKM yang ada di kawasan tersebut, mayoritas adalah pedagang jus buah. "Dari ujung sana sampai depan Bank Bengkulu, semua menjual jus, ini jadi tidak menarik. Jika bisa, variasikan jenis UMKM-nya agar lebih beragam, jangan sampai Belungguk Point hanya menjadi sentra jus buah," ungkap Rara.
Dengan berbagai harapan dan masukan dari warga, diharapkan Belungguk Point dapat menjadi tempat yang menarik dan bersih, serta menjadi wadah bagi kreativitas dan keberagaman usaha di Kota Bengkulu.




