Update Progres Reaktivasi Jalur Kereta Api di Bondowoso: Menunggu Arahan Pusat
Sumber Foto: RadarJember
Pusat Update

Update Progres Reaktivasi Jalur Kereta Api di Bondowoso: Menunggu Arahan Pusat

Surabaya, Radar Ijen - Proses reaktivasi jalur kereta api yang menghubungkan Panarukan di Situbondo hingga Kalisat di Jember masih menjadi fokus perhatian masyarakat. Saat ini, perkembangan terkait proyek tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan, di mana pihak terkait masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

Alfaviega Septian Pravangasta, perwakilan dari Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi baru yang dapat disampaikan. "Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat," ujarnya.

Untuk diketahui, studi kelayakan mengenai jalur kereta ini telah dilakukan pada tahun 2022. Studi tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti kelayakan rel, kondisi fisik jalur, serta manfaat sosial-ekonomi yang diharapkan dapat diperoleh masyarakat dari reaktivasi jalur tersebut.

Setelah studi kelayakan selesai, tahapan berikutnya adalah penyusunan Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan detail untuk reaktivasi. Proses penyelesaian DED ini saat ini masih berlangsung. "DED ini mencakup berbagai aspek teknis seperti jumlah jembatan yang perlu diperbaiki, ruas jalan yang harus diganti, kondisi bantalan rel, dan lain sebagainya," jelas Alfaviega.

Berdasarkan hasil studi kelayakan, jalur Panarukan-Situbondo-Kalisat berada di peringkat teratas di antara jalur-jalur lain yang direncanakan untuk direaktivasi. Hal ini disebabkan oleh potensi manfaat yang besar jika jalur ini kembali diaktifkan, baik untuk angkutan penumpang maupun barang.

Rencananya, pengaktifan kembali jalur ini akan memanfaatkan jalur lama yang telah ada sejak zaman kolonial. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah banyaknya bangunan yang kini berdiri di sepanjang jalur rel lama tersebut, yang menjadi perhatian utama dalam merancang strategi penanganan.

Bangunan-bangunan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan DED. "Kami berharap semua pihak dapat mendukung proses reaktivasi ini agar berjalan lancar tanpa hambatan," tambah Alfaviega.

Kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta dinilai sangat penting untuk menyukseskan proyek ini. Diharapkan, reaktivasi jalur ini dapat mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Situbondo, Bondowoso, hingga Jember, serta menghidupkan kembali potensi ekonomi kawasan tersebut.