Universitas Papua Dukung Pembangunan Pusat Kesehatan Terpadu di Papua Barat
Manokwari - Universitas Papua (Unipa) menyatakan kesiapannya untuk mendukung rencana Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam pembangunan pusat kesehatan terpadu. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Rektor Unipa, Dr. Hugo Warami, mengungkapkan bahwa universitas siap dilibatkan dalam proyek ini terutama melalui program studi kedokteran yang dimiliki. Ia menegaskan bahwa pusat kesehatan terpadu yang direncanakan tidak hanya akan melibatkan Fakultas Kedokteran Unipa, tetapi juga berbagai unit pendidikan dan layanan kesehatan lainnya. Ini mencakup Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), politeknik, serta rumah sakit gigi dan pendidikan.
Menurut Dr. Hugo, pembangunan pusat kesehatan terpadu telah dibahas dalam rapat paripurna DPR Provinsi Papua Barat, dan mendapat dukungan dari pimpinan daerah. Keseriusan pemerintah dalam proyek ini menjadi perhatian utama bagi Unipa, bahkan pihaknya mengusulkan untuk memindahkan Fakultas Kedokteran dari Sorong ke Manokwari.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Unipa akan menjadi penerima sekaligus pengguna fasilitas yang akan dibangun. Dengan tersedianya sarana dan prasarana, sistem yang dikembangkan oleh pemerintah daerah dapat langsung diintegrasikan dengan sumber daya akademik yang dimiliki Unipa.
“Dari sisi sumber daya manusia, dosen Fakultas Kedokteran Unipa sudah cukup memadai. Meskipun infrastruktur menjadi tantangan, kami optimis dengan dukungan pemerintah provinsi, proyek ini dapat terwujud,” tambah Dr. Hugo.
Unipa juga membuka peluang kolaborasi dengan unit pendidikan kesehatan lainnya, termasuk Politeknik Kesehatan Sorong cabang Manokwari. Menurut Dr. Hugo, nomenklatur pengelolaan pusat kesehatan terpadu akan disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah setempat.




