Suku Bunga KPR AS Turun, Pasar Properti Menuju Stabilitas
Suku bunga hipotek di Amerika Serikat menunjukkan tren penurunan yang signifikan pada Februari 2026, mencapai level terendah dalam tiga tahun terakhir. Rata-rata suku bunga KPR tetap 30 tahun kini berada di kisaran 5,87% hingga 6,16%, menawarkan sedikit kelegaan bagi calon pembeli rumah di tengah pasar yang mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Menurut data terbaru per 17 Februari 2026, rata-rata suku bunga KPR tetap 30 tahun tercatat 5,87% berdasarkan Zillow, sementara Mortgage Research Center melaporkan 6,02%. Freddie Mac mencatat rata-rata 6,09% per 12 Februari, turun dari 6,11% pada minggu sebelumnya. Penurunan ini menempatkan suku bunga pada posisi terendah sejak September 2022.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Faktor Pendorong Penurunan Suku Bunga
Pergerakan suku bunga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor ekonomi makro. Laporan terbaru yang menunjukkan penurunan inflasi dan tingkat pengangguran menjadi katalis utama. Indeks Harga Konsumen (CPI) utama AS pada Januari naik 0,2%, di bawah perkiraan, sementara CPI inti naik 0,3%, memperkuat ekspektasi pasar akan pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve.
Federal Reserve sendiri telah memangkas suku bunga kebijakannya menjadi 3,5%-3,75% pada Desember 2025, namun menahan laju pemotongan pada Januari 2026. Meskipun demikian, proyeksi “dot plot” The Fed mengindikasikan kemungkinan satu kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun 2026. Beberapa analis bahkan memprediksi pemotongan lebih lanjut dapat terjadi pada pertengahan tahun, kemungkinan dimulai pada Juni.
Selain itu, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun, yang menjadi acuan bagi suku bunga KPR, juga menunjukkan penurunan tipis menjadi 4,047% dari 4,052%. Tren ini turut berkontribusi pada lingkungan yang lebih kondusif bagi suku bunga KPR.
Dampak pada Pasar Properti dan Harga Rumah
Penurunan suku bunga ini terjadi di tengah pasar perumahan AS yang mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah beberapa tahun yang penuh gejolak. Pasar bergerak menuju lingkungan yang lebih seimbang dan dapat diprediksi.
Harga rumah, meskipun masih tinggi, menunjukkan pertumbuhan yang lebih moderat dan berkelanjutan. Pertumbuhan harga tahunan melambat menjadi hanya 0,9% pada Desember 2025. Dr. Selma Hepp, Kepala Ekonom Cotality, menyatakan, “Kami melihat penyimpangan signifikan dari lonjakan pesat beberapa tahun terakhir; sementara tekanan kenaikan harga tetap ada, momentumnya telah melambat cukup untuk menunjukkan bahwa pasar akhirnya menjadi lebih mudah dinavigasi bagi calon pembeli.”
Inventaris rumah juga mulai meningkat, dengan stok nasional naik lebih dari 10% secara tahunan pada awal 2026. Penjualan rumah yang ada diproyeksikan akan mengalami peningkatan moderat, dengan Zillow memperkirakan kenaikan 4,3% dan National Association of Realtors (NAR) memproyeksikan kenaikan 14%. Namun, penjualan rumah pada Januari 2026 sempat turun 8,4% dari Desember 2025 dan 4,4% dari Januari 2025.
Meskipun demikian, tantangan keterjangkauan masih menjadi perhatian. Namun, Bill Banfield dari Rocket Mortgage menyoroti bahwa “Bahkan tanpa pemotongan, suku bunga KPR hampir satu poin persentase lebih rendah dari setahun yang lalu, ketika suku bunga berkisar 6,9%.” Pembayaran pokok dan bunga bulanan untuk rumah dengan harga median kini sekitar 23% dari pendapatan bulanan keluarga pada umumnya.
Proyeksi Suku Bunga KPR 2026
Para ahli memperkirakan bahwa suku bunga KPR sebagian besar akan tetap di atas 6% sepanjang tahun 2026. Rata-rata dari 21 perkiraan yang dilacak oleh ResiClub menempatkan suku bunga KPR tetap 30 tahun rata-rata 6,18% untuk tahun kalender 2026. Morgan Stanley memproyeksikan suku bunga dapat turun hingga sekitar 5,75%, terutama pada paruh pertama tahun ini, meskipun kemudian diperkirakan akan naik kembali pada paruh kedua 2026 dan 2027.
Lisa Sturtevant, kepala ekonom di Bright MLS, menambahkan, “Dengan asumsi inflasi tetap stabil pada Januari, kita bisa melihat setidaknya satu pemotongan suku bunga selama paruh pertama tahun 2026 — tetapi jika pertumbuhan lapangan kerja pulih, akan lebih sulit untuk melihat jalur menuju beberapa pemotongan suku bunga tahun ini.” Sementara itu, Bob Broeksmit, Presiden Mortgage Bankers Association (MBA), mencatat bahwa “Tekanan keterjangkauan yang berkelanjutan terus membentuk perilaku peminjam, mendorong peningkatan minat pada produk KPR FHA dan suku bunga yang dapat disesuaikan (ARM).”




