Sentra Budi Perkasa Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Kegiatan Inklusif
Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025
Sentra Budi Perkasa Palembang menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Desember 2025. Kegiatan ini diawali dengan kunjungan komunitas disabilitas dan bakti sosial yang dilaksanakan di Banyuasin.
Kegiatan Puncak
Kegiatan puncak direncanakan pada hari Sabtu, 7 Desember 2025, berupa jalan santai yang akan berlangsung di halaman Sentra Budi Perkasa, Jalan Sosial Palembang. Diperkirakan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas disabilitas dan instansi terkait akan turut serta dalam acara ini.
Tujuan dan Harapan
Kepala Sentra Budi Perkasa, Gini Toponindro, menyampaikan bahwa acara ini merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan sebagai bentuk dukungan bagi penyandang disabilitas. “Ini adalah bentuk dukungan nyata untuk disabilitas,” ujarnya.
Rangkaian Acara
- Jalan santai
- Bazar UMKM disabilitas
- Lomba mewarnai anak-anak
- Penampilan seni dari penyandang disabilitas
- Layanan kesehatan bagi peserta dan masyarakat umum
Kolaborasi dengan Instansi Terkait
Dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi penyandang disabilitas, Sentra Budi Perkasa juga bekerja sama dengan Polrestabes Palembang untuk sosialisasi dan pembuatan SIM D bagi disabilitas. Selain itu, kolaborasi dengan PT KAI juga dilakukan untuk penyediaan kartu disabilitas bagi pengguna LRT.
Layanan Administrasi
Layanan administrasi kependudukan juga disiapkan melalui kerja sama dengan Dukcapil Palembang dan Dinas Sosial Provinsi. Selama acara berlangsung, dokumen seperti KTP, KK, dan akta kelahiran dapat diakses langsung oleh masyarakat.
Partisipasi Organisasi Disabilitas
Kegiatan ini didukung oleh berbagai organisasi disabilitas seperti PPDI, HWDI, Gerkatin, dan Tat Twam Asi. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang inklusif di Palembang.
Harapan untuk Kesadaran Publik
Gini berharap bahwa acara ini dapat mendorong kesadaran publik mengenai hak-hak penyandang disabilitas. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung ekonomi inklusif dengan membeli produk dari UMKM disabilitas.




