Prediksi Pasar Properti 2026: Tantangan dan Peluang bagi Investor
Lifestyle

Prediksi Pasar Properti 2026: Tantangan dan Peluang bagi Investor

Kebijakan dan kredit adalah " katup pengatur" untuk siklus baru pasar properti.

Tahun 2026 dianggap sebagai tahun penting karena banyak faktor kebijakan, kredit, dan sentimen pasar utama bertemu. Menurut para ahli, peluang masih ada, tetapi hanya untuk entitas dengan sumber daya keuangan yang memadai dan strategi jangka panjang.

Menurut Lembaga Penelitian Ekonomi, Keuangan, dan Real Estat Dat Xanh Services, pasar perumahan pada tahun 2026 dapat berkembang sesuai dengan tiga skenario, tergantung pada perkembangan makroekonomi dan tingkat suku bunga. Skenario netral, yang dianggap paling mungkin, menunjukkan bahwa pasokan dapat meningkat sebesar 30-40%, harga jual sebesar 5-10%, dan tingkat penyerapan mencapai 40-50%. Hal ini mencerminkan tren pemulihan yang terkendali, bukan ledakan.

Dalam skenario yang lebih positif, dengan suku bunga tetap berada di kisaran 9-11% dan kepercayaan pembeli meningkat, pasokan dapat meningkat sebesar 40-50%, harga sebesar 10-15%, dan tingkat penyerapan mencapai 50-60%. Sebaliknya, jika biaya modal tetap berada di angka 12-14%, pasar mungkin hanya akan mengalami sedikit peningkatan sebesar 2-5%, dengan tingkat penyerapan sekitar 25-35%.

Lembaga Riset Ekonomi, Keuangan, dan Real Estat Dat Xanh Services memprediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi periode diferensiasi yang kuat berdasarkan wilayah dan segmen, bukan pertumbuhan yang seragam.

Dari perspektif makroekonomi, Dr. Can Van Luc - Kepala Ekonom BIDV dan anggota Dewan Penasihat Kebijakan Keuangan dan Moneter Nasional - percaya bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun di mana banyak peraturan baru tentang bisnis tanah dan real estat mulai memberikan dampak praktis.

Menstabilkan harga tanah dalam jangka waktu yang lebih panjang memungkinkan bisnis dan investor untuk lebih proaktif dalam perencanaan biaya, sekaligus berkontribusi pada transparansi pasar. Selain itu, pertumbuhan kredit untuk sektor properti akan dikendalikan agar sesuai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, alih-alih berkembang secara agresif seperti sebelumnya.

Ini berarti bahwa aliran modal ke pasar akan lebih selektif, memprioritaskan proyek-proyek dengan status hukum yang jelas, memenuhi kebutuhan perumahan yang nyata, dan memiliki potensi implementasi yang substansial.

Proses penyaringan ini bukan untuk investor dengan modal terbatas.

Perwakilan dari Dat Xanh Services memprediksi bahwa pasar pada tahun 2026 akan memprioritaskan produk-produk dengan nilai nyata, terhubung dengan infrastruktur, dan memiliki potensi eksploitasi jangka panjang. Proyek-proyek yang kurang memiliki koneksi transportasi atau dokumentasi hukum yang tidak lengkap akan kesulitan menarik pembeli dalam konteks di mana sentimen kehati-hatian masih prevails.

Para ahli juga meyakini bahwa harga properti kemungkinan tidak akan turun secara signifikan karena tingginya biaya input dan semakin terbatasnya pasokan lahan, tetapi laju kenaikannya tidak akan lagi dramatis. Investor yang menggunakan leverage keuangan tinggi mungkin menghadapi risiko jika likuiditas pasar pulih lebih lambat dari yang diharapkan.

Dalam konteks ini, tahun 2026 dipandang sebagai ujian kapasitas keuangan dan strategi jangka panjang. Pengembang dengan lahan yang bersih, dokumentasi hukum yang lengkap, dan arus kas yang stabil akan memiliki keunggulan. Investor individu dengan modal ekuitas tinggi dan pinjaman terbatas juga akan lebih mudah beradaptasi dengan siklus baru.

You can share this post!