Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2025 Mencapai 5,12 Persen
Jakarta, (5/8) - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia untuk triwulan II-2025, yang menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan 5,05 persen pada periode yang sama tahun lalu, meskipun terdapat tantangan dari ketidakpastian global dan dinamika geopolitik.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga. Stimulus fiskal, penyaluran bantuan sosial, gaji ke-13 untuk pegawai negeri sipil dan anggota TNI/POLRI, serta libur panjang yang meningkatkan mobilitas penduduk turut berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut.
Beberapa indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan tren positif, termasuk indeks penjualan eceran riil dan nilai impor barang konsumsi. Selain itu, transaksi online melalui e-retail dan marketplace mengalami peningkatan. Investasi tercatat tumbuh positif, dan belanja barang modal oleh pemerintah menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, didukung oleh peningkatan impor barang modal.
Edy menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh sebesar 10,67 persen. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh ekspor komoditas nonmigas seperti lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, serta mesin dan peralatan listrik. Kunjungan wisatawan mancanegara juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekspor jasa.
Pertumbuhan investasi, yang tercermin dalam komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), mencapai 6,99 persen. Namun, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar 0,33 persen pada periode ini.
Dari sektor usaha, industri pengolahan meningkat 5,68 persen, didorong oleh kinerja baik dalam industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia dan farmasi. Edy menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dari dalam dan luar negeri.
Sektor perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor, tumbuh 5,37 persen seiring dengan peningkatan produksi domestik dan impor, yang mendukung kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Sektor transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan hingga 8,52 persen, didukung oleh peningkatan jumlah penumpang angkutan rel dan laut, serta barang yang diangkut di berbagai moda transportasi, meskipun subsektor angkutan udara mengalami kontraksi sebesar 0,12 persen. Sektor informasi dan komunikasi juga tumbuh signifikan sebesar 7,92 persen, didorong oleh meningkatnya lalu lintas data dan transaksi elektronik.
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi positif terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Pulau Jawa mencatat pertumbuhan sebesar 5,24 persen, sementara Sulawesi mencatat angka 5,83 persen, keduanya lebih tinggi dari rata-rata nasional. Di sisi lain, wilayah Maluku dan Papua juga tumbuh positif meskipun dengan laju 3,33 persen, yang menunjukkan perlambatan dibandingkan triwulan II tahun sebelumnya.




