Perempuan Sebagai Pilar Etika Sosial dan Lingkungan Sehat
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Perempuan Sebagai Pilar Etika Sosial dan Lingkungan Sehat

KBRN, Jakarta: Perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat melalui penerapan etika sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan Anna Haryatiningsih dalam dialog Perempuan Berday a di Pro 1 RRI Jakarta, Senin (29/12/25).

Menurut Anna, etika sosial bukan sekadar aturan formal, melainkan nilai rasa saling menghormati yang tumbuh dari budaya dan kebiasaan. “Etika sosial adalah aturan tak tertulis tentang bagaimana kita bersikap santun dan menghargai orang lain dalam interaksi sosial,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa nilai tersebut umumnya ditanamkan sejak kecil melalui keluarga dan lingkungan terdekat. Perempuan, khususnya ibu, memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai sopan santun, empati, dan kepedulian sosial.

Dalam lingkup komunitas dan dunia kerja, perempuan dinilai mampu menjadi perekat hubungan sosial. Kehadiran perempuan sering kali membawa suasana hangat, membangun solidaritas, dan mendorong kolaborasi yang positif.

Anna juga menyoroti pentingnya etika sosial di era digital yang rentan konflik akibat komunikasi tanpa tatap muka. “Perempuan perlu menjadi contoh dalam berkomunikasi santun, menjaga privasi, dan tidak menyebarkan ujaran kebencian,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari sikap kecil yang konsisten. Senyum, ucapan terima kasih, dan kemampuan menahan emosi disebutnya sebagai fondasi lingkungan sosial yang sehat.