Perbedaan Program TKA Lampung dan TKA Nasional dalam Persiapan SNBT
Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa program Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diadakan di tingkat regional memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan program TKA yang akan dilaksanakan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada November 2025 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa TKA Lampung merupakan inisiatif dari pemerintah daerah yang berlandaskan arahan Gubernur Lampung. Menurutnya, tujuan dari program ini bukanlah untuk seleksi langsung masuk perguruan tinggi, melainkan sebagai asesmen awal untuk memetakan kemampuan siswa, mengukur capaian pembelajaran, dan menjadi dasar untuk perbaikan kualitas pengajaran di daerah.
Thomas menekankan bahwa fokus TKA Lampung berbeda dengan TKA nasional. Sementara TKA nasional lebih menekankan pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), TKA Lampung dirancang untuk mempersiapkan siswa menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), yang mengandalkan ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK). "Kami lebih mengarah pada uji dan latihan bagi siswa sebagai implementasi ujian tertulis berbasis komputer (UTBK)," jelasnya.
TKA Lampung terdiri dari lima level, mulai dari level 1 yang menggunakan bank soal dasar hingga level 5 yang berisi soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Dengan skema bertahap ini, kemampuan siswa akan dipantau secara berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi pembelajaran serta perlakuan tambahan agar siswa lebih siap menghadapi UTBK dan seleksi nasional.
Thomas menambahkan, materi uji dalam TKA Lampung mencakup mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, serta dua mata pelajaran tambahan sesuai dengan minat jurusan siswa. Misalnya, untuk calon mahasiswa jurusan kedokteran, akan ada tambahan tes Kimia dan Biologi. "Dengan cara ini, pemetaan potensi siswa bisa lebih spesifik dan relevan dengan bidang studi yang dituju," tuturnya.
Di sisi lain, Kemendikdasmen berencana menggelar TKA untuk siswa SMA/SMK pada November 2025. Hasil dari TKA ini akan menjadi salah satu pertimbangan bagi calon mahasiswa baru yang masuk melalui jalur prestasi. Namun, hasil TKA tidak akan menentukan kelulusan siswa, yang tetap menjadi kewenangan masing-masing sekolah.
Proses pendaftaran TKA SMA/SMK akan berlangsung hingga 5 Oktober 2025, dengan hampir 4 juta peserta yang telah mendaftar hingga saat ini. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat, mencerminkan tingginya animo siswa untuk mengikuti TKA.




