Penelitian Ungkap Preferensi Acara TV Favorit Anjing
Sumber Foto: Kompas.com
Hiburan

Penelitian Ungkap Preferensi Acara TV Favorit Anjing

KOMPAS.com - Di akhir hari yang panjang, banyak dari kita menghabiskan waktu dengan menonton acara TV favorit. Namun, jika kamu memiliki anjing di rumah, kamu mungkin penasaran apakah hewan itu juga bisa menikmati tontonan serupa. Meskipun kini banyak program TV yang berfokus pada anjing, jawabannya ternyata sedikit lebih kompleks, seperti yang diungkapkan oleh penelitian terbaru.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kesukaan anjing terhadap acara TV bergantung pada kepribadian individu dan apa yang sedang ditayangkan. Karakteristik seperti tingkat kegembiraan dan kecemasan berperan besar dalam bagaimana anjing berinteraksi dengan televisi, menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada 17 Juli di jurnal Scientific Reports.

Pengaruh Kepribadian Terhadap Kebiasaan Menonton TV Anjing

Jeffrey Katz, penulis utama studi dan profesor psikologi di Auburn University, Alabama, menjelaskan bahwa kepribadian anjing mempengaruhi kebiasaan mereka dalam menonton TV. Ia bersama rekan-rekannya juga menemukan bahwa jenis tayangan memainkan peran besar dalam tingkat keterlibatan anjing, di mana konten yang melibatkan hewan lebih menarik perhatian anjing dibandingkan tayangan yang menampilkan manusia.

Temuan ini memperluas pemahaman kita tentang bagaimana anjing melihat layar TV. Penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan tentang psikologi hewan peliharaan, tetapi juga berpotensi membantu dokter hewan dalam menciptakan tes standar untuk penglihatan anjing.

Remaja dengan Masalah Kesehatan Mental Menggunakan Media Sosial secara Berbeda

Artikel Kompas.id

Metode Penelitian: Survei Digital untuk Menyusun Data

Katz dan timnya mengumpulkan data melalui survei digital yang dibagikan melalui media sosial. Mereka mengajukan pertanyaan mengenai demografi dasar pemilik anjing, serta skala temperamen dan impulsivitas anjing.

Survei ini juga mencakup serangkaian pertanyaan baru yang berkaitan dengan bagaimana anjing berinteraksi dengan TV. Salah satu alat baru yang digunakan adalah "Dog Television Viewing Scale" (DTVS), yang mengukur respons anjing terhadap berbagai rangsangan visual dan suara dari tayangan TV.

Dari 513 respons lengkap, 453 berasal dari pemilik anjing yang mengonfirmasi bahwa anjing mereka menonton TV. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar anjing merespon konten yang melibatkan hewan, baik itu dalam bentuk audio maupun video. Sebaliknya, lebih sedikit pemilik yang melaporkan reaksi anjing mereka terhadap konten yang tidak melibatkan hewan. Temuan ini semakin menegaskan bahwa representasi media memang penting, bahkan bagi hewan peliharaan.

Karakter Anjing dan Respons Terhadap TV

Karakteristik kepribadian anjing turut mempengaruhi cara mereka merespons tayangan. Pemilik yang menggambarkan anjing mereka sebagai lebih mudah terstimulasi atau bergairah melaporkan bahwa anjing cenderung mencoba mengikuti objek atau hewan yang muncul di layar. Mereka akan menggali, mencari, atau mengamati apa yang ada di luar layar TV.

Sebaliknya, anjing yang cenderung lebih cemas atau reaktif juga menunjukkan respons terhadap rangsangan non-hewani seperti suara lonceng pintu atau klakson mobil.

Faktor seperti usia, ras, dan paparan TV sebelumnya tidak tampak sebagai faktor utama dalam kebiasaan menonton TV anjing. Menurut Freya Mowat, seorang ahli oftalmologi hewan di University of Wisconsin yang juga meneliti psikologi visual anjing, pendekatan statistik yang digunakan dalam penelitian ini memberikan kredibilitas dan mengurangi potensi bias.

Apa yang Paling Menarik bagi Anjing di TV?

Penelitian ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Mowat dan timnya pada tahun 2024 yang melibatkan lebih dari 1.000 responden. Studi tersebut juga menemukan bahwa anjing lebih tertarik pada tayangan yang menampilkan hewan, terutama anjing lain. Mereka juga menemukan sedikit kecenderungan terkait ras dan usia, di mana anjing ras Sporting dan Herding lebih sering menonton TV dan anjing yang lebih tua cenderung kurang terlibat.

Meskipun terdapat perbedaan dalam ukuran sampel, pertanyaan survei, dan metode analisis, keduanya menyimpulkan hal yang sama: anjing lebih tertarik pada tayangan yang melibatkan hewan ketimbang manusia atau benda mati. Mowat menyatakan bahwa hasil penelitian ini memberi kepastian bahwa anjing lebih tertarik pada hewan daripada manusia atau benda mati.

Perlu Penelitian Lanjutan

Namun, untuk menyelesaikan perbedaan temuan dan benar-benar memahami apa yang membuat anjing tertarik pada TV, masih diperlukan lebih banyak penelitian. Katz berencana melanjutkan eksplorasi ini melalui eksperimen dunia nyata, dengan mengajak pemilik anjing merekam video saat anjing mereka menonton TV.

Meskipun awalnya ia berpikir untuk menemukan video yang dapat menenangkan semua anjing, respons yang sangat bergantung pada kepribadian anjing membuatnya sulit untuk menciptakan tayangan yang cocok untuk semua.

Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan perbedaan penglihatan antara anjing dan manusia. Anjing hanya memiliki dua jenis reseptor warna, dibandingkan dengan manusia yang memiliki tiga. Hal ini menyebabkan anjing tidak dapat membedakan warna merah dan hijau.

Penglihatan anjing juga memiliki tingkat "fusi" yang lebih tinggi, artinya tayangan yang berkedip cepat mungkin tampak sebagai gambar yang berkedip-kedip bagi anjing. Selain itu, anjing melihat dengan resolusi yang lebih rendah karena kepadatan fotoreseptor yang lebih rendah dibandingkan manusia. Semua faktor ini menjelaskan mengapa tayangan yang disesuaikan untuk penglihatan manusia mungkin tidak terlihat menarik bagi anjing.

Namun, mungkin ada faktor lain yang mempengaruhi minat anjing terhadap TV. Mowat berpendapat bahwa anjing mungkin menonton TV karena mereka melihat kita menontonnya. Saat kita duduk bersama mereka di sofa, itu menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama.

Dengan berbagai temuan ini, jelas bahwa meskipun anjing mungkin tidak sepenuhnya memahami konsep TV seperti manusia, mereka tetap tertarik pada beberapa jenis tayangan, terutama yang melibatkan hewan. Dan yang lebih menarik lagi, mereka mungkin menikmati menonton TV bukan hanya karena apa yang ada di layar, tetapi juga karena mereka berbagi momen itu dengan kita.