Pemindahan Pusat Pemerintahan Kota Bogor ke Kelurahan Katulampa Dimulai Tahun 2024
Sumber Foto: ANTARA News Megapolitan
Pusat Update

Pemindahan Pusat Pemerintahan Kota Bogor ke Kelurahan Katulampa Dimulai Tahun 2024

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, sedang mempersiapkan pemindahan pusat pemerintahan daerah ke Kelurahan Katulampa. Proses ini akan dimulai dengan pelaksanaan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2024.

Penjabat Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menjelaskan bahwa rencana pembangunan kantor pemerintahan terpadu ini merupakan langkah strategis yang diambil sebagai respons terhadap kondisi Balai Kota Bogor yang dianggap kurang representatif saat ini.

Menurut Hery, Kota Bogor memerlukan pusat perkantoran yang lebih layak. Dengan memusatkan seluruh perangkat daerah dalam satu lokasi, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu, kinerja, serta koordinasi. Hal ini juga diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan yang diperlukan.

Rencana pembangunan ini akan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 6 hektare, dengan gedung yang direncanakan memiliki 9 lantai. Gedung ini akan menampung sebagian besar perangkat daerah dan diharapkan akan mengintegrasikan tiga identitas Kota Bogor, yaitu sebagai Kota Cerdas (Smart City), Kota Hijau (Green City), dan Kota Pusaka (Heritage City).

Prinsip kerja gedung ini akan memanfaatkan teknologi pintar, di mana berbagai komponen yang terinstal dapat diatur secara otomatis dan saling berkomunikasi melalui sensor. Selain itu, Gedung Perkantoran Pemerintahan Katulampa juga akan menerapkan aspek Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang mencakup konsep Bangunan Pintar (Smart Building) dengan pengaturan otomatis berbasis algoritma. Sistem ini memungkinkan pengelolaan hampir semua bagian gedung dilakukan secara otomatis melalui Building Automation System (BAS).

Hery menekankan bahwa pusat perkantoran pemerintahan terpadu adalah sebuah kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, lokasi perangkat daerah yang saat ini tersebar di berbagai tempat kurang efektif dan efisien dari segi biaya, mobilitas, dan aktivitas lintas sektoral, yang pada akhirnya berdampak pada pencapaian kinerja. Selain itu, ia mengusulkan agar ciri khas Kota Bogor, seperti kujang, dapat ditampilkan sebagai elemen desain untuk memperkuat identitas bangunan tersebut.