Pedagang Sentra Batik Trusmi Cirebon Hadapi Penjualan Sepi Meski Ada Pengembangan Wisata Kuliner
Sumber Foto: Suara Cirebon
Sentra Hari

Pedagang Sentra Batik Trusmi Cirebon Hadapi Penjualan Sepi Meski Ada Pengembangan Wisata Kuliner

Sentra Batik Trusmi di Cirebon, yang merupakan pasar milik Pemerintah Kabupaten Cirebon, masih menghadapi tantangan besar dengan sepinya pengunjung. Para pedagang yang beroperasi di lokasi ini tetap berusaha bertahan, meskipun harapan akan kedatangan wisatawan dari luar daerah sering kali tidak terwujud.

Salah satu pedagang, Era (51), yang telah membuka kiosnya sejak tahun 2015, mengungkapkan bahwa penjualan batik di tempatnya sangat minim. "Pembeli sangat sepi, kadang dalam sehari tidak ada satu pun batik yang terjual," ujarnya dengan nada pasrah.

Meskipun demikian, Era tetap membuka kiosnya setiap hari, berharap akan ada rombongan wisatawan yang mampir. Dia menjelaskan, kedatangan bus pariwisata menjadi momen yang sangat dinantikan. "Kalau ada bus pariwisata ke sini, lumayan, karena mereka biasanya mampir ke beberapa kios," katanya.

Era juga mencatat bahwa event-event yang diadakan pemerintah, seperti pameran dan pertunjukan skala nasional, mampu mendongkrak penghasilan pedagang. "Dulu, saat ada pameran, banyak pengunjung dari luar Cirebon, dan kios kami jadi ramai," tambahnya.

Di sisi lain, lomba kicau burung yang pernah diselenggarakan di kawasan tersebut juga memberikan dampak positif, dengan banyak pengunjung dari berbagai daerah yang datang. "Pengunjung yang datang untuk lomba biasanya juga tertarik untuk membeli batik," jelas Era.

Namun, pengembangan kawasan wisata kuliner yang baru-baru ini dilakukan pemerintah daerah tidak memberikan dampak signifikan terhadap penjualan batik. Era menjelaskan bahwa acara-acara yang diadakan umumnya berlangsung pada malam hari, ketika kios-kios batik sudah tutup. "Acara malam tidak ada pengaruhnya, karena yang datang kebanyakan masyarakat lokal," ujarnya.

Era berharap pemerintah daerah dapat menggelar kegiatan yang mampu menarik pengunjung dari luar Kabupaten Cirebon. "Kalau ada event yang bisa menarik perhatian lebih luas, kami mungkin bisa mendapatkan pembeli," harapnya.

Pedagang lain, Sarah (23), juga merasakan dampak serupa. Meskipun pemerintah telah berupaya mengembangkan wisata kuliner di dekat Sentra Batik Trusmi, Sarah ainda belum melihat peningkatan jumlah pengunjung. "Walaupun ada acara di kawasan batik, penjualan tetap saja tidak meningkat, jadi masih sepi," ungkapnya.

Untuk mengatasi sepinya pengunjung, Sarah menerapkan strategi penjualan online. "Saya tetap bertahan di sini karena sayang jika harus meninggalkan kios, tetapi penjualan online cukup membantu," tuturnya.