Panduan Investasi Saham Ramah Lingkungan di BEI 2025
Sumber Foto: Ajaib
Sosial

Panduan Investasi Saham Ramah Lingkungan di BEI 2025

Saham ramah lingkungan adalah saham dari perusahaan yang secara serius mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance) dalam operasi bisnis mereka. Konsep ini semakin mendominasi percakapan dunia investasi global, tidak terkecuali di Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merespons tren ini dengan meluncurkan beberapa indeks khusus yang mengumpulkan emiten dengan praktik berkelanjutan terbaik. Memahami saham ramah lingkungan membuka peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga berdampak positif bagi planet ini.

Metodologi atau Proses Seleksi Saham Ramah Lingkungan

BEI tidak asal dalam memilih saham yang tergolong dalam indeks ESG. Proses seleksinya ketat dan transparan, dirancang untuk memastikan hanya perusahaan dengan komitmen sustainability terkuat yang masuk.

Secara umum, metodologinya melibatkan langkah-langkah berikut :

Seleksi Awal dari Indeks Acuan: Perusahaan calon konstituen harus sudah tercatat dalam indeks acuan berbasis likuiditas seperti IDX80 atau LQ45.

Penilaian Risiko ESG: Perusahaan kemudian dinilai berdasarkan skor risiko ESG yang diberikan oleh lembaga pemeringkat independen seperti Sustainalytics. Perusahaan dengan skor risiko ESG terendah (yang menandakan manajemen risiko ESG yang unggul) akan dipertimbangkan.

Penyaringan Kontroversi: Perusahaan yang terlibat dalam kontroversi ESG signifikan (biasanya dikategorikan dalam level 4 atau 5) akan dikeluarkan dari daftar calon.

Pertimbangan Likuiditas dan Kapitalisasi Pasar: Aspek fundamental pasar modal seperti likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar juga menjadi pertimbangan untuk memastikan saham tersebut dapat diperdagangkan dengan baik.

Berapa Skor ESG yang Baik?

Skor ESG adalah alat ukur yang membantu investor menilai seberapa baik sebuah perusahaan mengelola risiko dan peluang terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola. Terdapat beberapa sistem pemeringkatan, tetapi prinsip dasarnya sama.

Menurut pemaparan dari Qualtrics, berikut adalah tolok ukur umum untuk skor ESG :

Kisaran 70-100 (Kategori “Excellent”): Perusahaan dianggap memimpin dalam praktik ESG, mengikuti semua standar terbaik, dan memiliki risiko internal serta eksternal yang sangat rendah.

Kisaran 50-69 (Kategori “Good/Average”): Perusahaan telah mengadopsi beberapa praktik ESG baik, tetapi mungkin belum sepenuhnya memenuhi tolok ukur tertinggi. Risiko ESG-nya tergolong rendah hingga sedang.

Di Bawah 50 (Kategori “Poor/Laggard”): Perusahaan dinilai tidak mengikuti praktik ESG yang baik, berisiko tinggi menimbulkan dampak negatif, dan memiliki tata kelola yang perlu dipertanyakan.

Sebagai investor, targetkan perusahaan dengan skor di atas 70 untuk portofolio inti kamu, atau minimal di atas 50 sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Indeks Apa yang Mengumpulkan Saham Ramah Lingkungan?

BEI memiliki beberapa indeks yang khusus menyaring saham-saham berprinsip ESG. Dua yang paling terkemuka adalah:

Indeks SRI-KEHATI: Diluncurkan sejak 2009, ini adalah pelopor indeks ESG di Indonesia. Indeks ini memilih 25 emiten yang tidak hanya peduli lingkungan, tetapi juga memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan kontribusi sosial yang nyata.

Indeks IDX ESG Leaders: Diluncurkan pada 2022, indeks ini berisi 15-30 saham dengan skor ESG terbaik dari Sustainalytics, bebas dari kontroversi signifikan, dan memiliki likuiditas serta fundamental keuangan yang kuat.

Kedua indeks ini menjadi panduan pertama yang sangat bagus untuk menemukan saham ramah lingkungan di pasar modal Indonesia.

Daftar Saham Ramah Lingkungan Terbaru

Berikut adalah daftar beberapa emiten yang tercatat dalam indeks ESG di BEI. Daftar ini dapat berubah setiap periode review, jadi selalu periksa update terbaru dari BEI.

Kode Saham Nama Perusahaan Indeks ESG Keterangan Singkat

UNVR Unilever Indonesia Tbk SRI-KEHATI Pemimpin barang konsumsi dengan komitmen sustainability kuat, termasuk pengurangan emisi dan pengelolaan sampah plastik.

TLKM Telkom Indonesia Tbk SRI-KEHATI, IDX ESG Leaders Perusahaan telekomunikasi dengan fokus pada digitalisasi dan pengurangan jejak karbon.

BBCA Bank Central Asia Tbk SRI-KEHATI, IDX ESG Leaders Bank swasta dengan tata kelola perusahaan yang diakui dan mulai mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan.

BMRI Bank Mandiri Tbk SRI-KEHATI Bank BUMN yang aktif dalam memberikan pembiayaan hijau (green financing) untuk proyek-proyek berkelanjutan.

ASII Astra International Tbk SRI-KEHATI Konglomerat dengan investasi berkembang di sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik.

INDF Indofood Sukses Makmur Tbk SRI-KEHATI Perusahaan pangan dengan program-program keberlanjutan di sektor pertanian dan rantai pasok.

Peluang dan Tantangan untuk Investor

Peluang:

Dukungan Regulasi Kuat: Pemerintah Indonesia, melalui OJK, memiliki Sustainable Finance Roadmap yang mendorong integrasi prinsip ESG di seluruh sektor keuangan hingga 2025.

Pertumbuhan Sektor Hijau: Sektor-sektor seperti energi terbarukan (surya, panas bumi, angin), efisiensi energi, dan pengelolaan limbah diproyeksikan mengalami pertumbuhan pesat didorong komitmen net-zero emission Indonesia pada 2060.

Minat Investor Global: Aliran modal asing semakin banyak yang diarahkan ke investasi berkelanjutan. Perusahaan dengan skor ESG tinggi akan lebih menarik bagi investor institusional global.

Tantangan:

Tingginya Ekspektasi Pasar: Emiten ESG berada di bawah pengawasan ketat. Kegagalan memenuhi standar dapat menyebabkan penurunan reputasi dan kepercayaan investor yang cepat.

Potensi Over-valuation: Popularitas saham ESG dapat mendorong valuasinya menjadi lebih mahal dibandingkan saham sejenis di sektor yang sama.

Transparansi Pelaporan: Pelaporan ESG di Indonesia masih berkembang dan belum sepenuhnya merata. Investor perlu lebih jeli dalam menganalisis laporan sustainability perusahaan.

Apakah Saham ESG Merupakan Investasi yang Bagus?

Ya, saham ESG dapat menjadi investasi yang sangat baik. Sebuah studi akademis di Indonesia menemukan bahwa portofolio yang dibentuk dari saham-saham berprinsip ESG (seperti SRI-KEHATI) menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan portofolio konvensional (LQ45) dan portofolio syariah (JII).

Keunggulan ini tidak hanya soal etika, tetapi juga tentang ketahanan bisnis. Perusahaan dengan praktik ESG yang baik cenderung lebih tahan terhadap guncangan regulasi, memiliki operasi yang lebih efisien, merek yang lebih kuat, dan dapat menarik talenta terbaik. Mereka memikirkan profit untuk jangka panjang, bukan sekadar keuntungan jangka pendek.

Kesimpulan

Investasi pada saham ramah lingkungan telah bergeser dari sekadar tren niche menjadi arus utama strategi investasi yang cerdas. Dengan memahami definisi, proses seleksi ketat oleh BEI, serta daftar emiten potensial, kamu kini memiliki fondasi untuk mulai membangun portofolio yang sustainable. Ingat, memilih saham ramah lingkungan bukan hanya tentang membuat keputusan yang baik untuk masyarakat dan planet, tetapi juga tentang membuat keputusan finansial yang bijak untuk masa depan kamu.

Beli Saham Ramah Lingkungan di Ajaib!

Semua pengetahuan tentang saham ramah lingkungan akan lebih mudah diaplikasikan dengan platform investasi yang tepat. Semua saham yang dibahas dalam artikel ini, dari UNVR hingga BBCA, dapat kamu temukan dan analisis dengan mudah di aplikasi Ajaib.