ORDO Agentic Luncurkan Karyawan AI untuk Otomasi Bisnis via WhatsApp
Konsep agentic AI mulai mendapat perhatian di kalangan pelaku bisnis karena kemampuannya mengeksekusi tugas secara otomatis.
Oleh Septian Deny
Diterbitkan 23 Januari 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Tanya apapun tentang artikel ini...
Cari
Paling sering ditanyakan
Apa itu Karyawan AI dari ORDO Agentic?
Kapan Karyawan AI resmi diluncurkan?
Masalah apa yang ingin dipecahkan oleh Karyawan AI?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Konsep agentic AI mulai mendapat perhatian di kalangan pelaku bisnis karena kemampuannya mengeksekusi tugas secara otomatis, bukan sekadar menjawab pertanyaan seperti chatbot konvensional. Pendekatan ini dinilai relevan untuk membantu perusahaan mengelola pekerjaan repetitif, terutama di fungsi marketing, sales, dan operasional.
Sejalan dengan tren tersebut, ORDO Agentic resmi meluncurkan rangkaian AI agent yang disebut sebagai Karyawan AI pada awal tahun 2026. Solusi ini dikembangkan berbasis WhatsApp dan ditujukan untuk membantu bisnis mengotomasi proses komunikasi, follow-up prospek, hingga monitoring kualitas layanan.
BACA JUGA: Obrolan Tamara Bleszynski dan Teuku Rassya di WA Terungkap: Tak Apa, Mama Datang Resepsi Saja
BACA JUGA: 5 Fitur WhatsApp Boros Memori HP, Bikin Cepat Penuh dan Boros, Simak Penjelasannya
BACA JUGA: WhatsApp di iPhone Kini Bisa Pakai 2 Akun, Pindah Chat ke Android Tak Perlu Ribet
Menurut Founder dan CEO ORDO Agentic Michael Wongso, penggunaan WhatsApp sebagai kanal utama komunikasi bisnis di Indonesia terus meningkat. Namun, di sisi lain, volume percakapan yang tinggi sering kali menyulitkan tim dalam menjaga konsistensi layanan dan memastikan setiap prospek ditindaklanjuti dengan baik.
Advertisement
“Ketika bisnis mulai berkembang, tantangan yang muncul biasanya bukan hanya soal jumlah leads, tetapi bagaimana mengelola percakapan dengan pelanggan secara konsisten dan terukur,” ujar Michael Wongso, dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan di banyak organisasi, data percakapan tersebar di berbagai akun tim, sehingga proses evaluasi dan pengambilan keputusan menjadi lambat. “Padahal, percakapan dengan pelanggan menyimpan sinyal penting, mulai dari minat, keraguan, hingga alasan pelanggan batal melanjutkan transaksi,” lanjutnya.
Fokus pada Otomasi Pekerjaan Repetitif
Perbesar
ORDO Agentic menyebut Karyawan AI dirancang untuk membantu menangani tugas-tugas yang bersifat repetitif dan administratif. Di antaranya membaca pola percakapan WhatsApp, menyusun ringkasan performa tim, membantu proses follow-up prospek, hingga menyiapkan laporan yang dapat diakses manajemen.
Perusahaan menekankan bahwa sistem ini tidak sepenuhnya berjalan otomatis tanpa kontrol. Pengguna tetap dapat menentukan alur kerja, termasuk mekanisme persetujuan sebelum AI menjalankan tindakan tertentu.
Dalam konteks marketing dan sales, Karyawan AI diklaim dapat membantu menjaga ritme komunikasi dengan prospek agar tidak terputus. Sementara bagi tim operasional, fitur audit percakapan otomatis dapat digunakan untuk memantau kepatuhan terhadap standar layanan dan mendeteksi pola masalah lebih awal.
Mendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Data Percakapan
Bagi manajemen, keberadaan AI agent ini memungkinkan ringkasan performa tim disajikan tanpa harus membaca ribuan percakapan satu per satu. Data percakapan yang sebelumnya tersebar dapat diolah menjadi laporan yang lebih mudah dipahami dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
ORDO Agentic menilai pendekatan ini dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi kerja, menjaga konsistensi layanan, serta mengurangi ketergantungan pada proses manual yang memakan waktu.
Rilis Awal 2026 dan Arah Pengembangan
Rangkaian Karyawan AI berbasis WhatsApp ini telah resmi dirilis pada awal tahun 2026. Ke depan, ORDO Agentic menyatakan akan fokus mengembangkan integrasi alur kerja yang praktis dan relevan bagi pemilik bisnis, manajer operasional, serta tim sales dan layanan pelanggan.
Michael Wongso, melihat kebutuhan otomasi akan terus meningkat seiring pergeseran bisnis ke komunikasi yang serba cepat dan real-time.
“Dengan pendekatan agentic AI, tugas-tugas seperti audit percakapan, segmentasi prospek, hingga penjadwalan follow-up diharapkan dapat dilakukan lebih efisien, sehingga tim dapat lebih fokus pada strategi dan pengembangan bisnis,” pungkasnya.
Startup
bisnis
AI
Advertisement
Septian DenyTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan




