LUDESC Luncurkan Stetoskop Digital untuk Pemeriksaan Paru melalui Telemedicine
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Inovasi di bidang kesehatan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Salah satunya datang dari startup asal Aceh, LUDESC (Lung Disease Electronic Stethoscope), yang mengembangkan stetoskop digital untuk membantu pemeriksaan penyakit paru-paru melalui layanan telemedicine. Hal tersebut disampaikan Co-Founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) LUDESC, Cut Nanda Nurbadriani, dalam KHUPIE SARENG Podcast Episode #23 RRI Banda Aceh.
Cut Nanda menjelaskan, LUDESC merupakan inovasi pengembangan dari stetoskop konvensional yang selama ini digunakan dokter secara langsung. Melalui teknologi digital, alat ini mampu merekam suara paru-paru pasien dan menghubungkannya dengan aplikasi telemedicine.
“LUDESC adalah stetoskop versi digital. Alat ini membantu dokter, bukan menggantikan peran dokter. Suara paru-paru yang direkam akan dianalisis melalui aplikasi untuk memberikan indikasi awal,” ujar Cut Nanda.
Ia menjelaskan, hasil analisis yang muncul pada aplikasi bukan merupakan diagnosis pasti, melainkan gambaran awal yang dapat menjadi rujukan dokter untuk menentukan pemeriksaan lanjutan.
“Kami tidak langsung menyebutkan penyakit tertentu. Sistem ini hanya membantu mengarahkan kemungkinan keluhan berdasarkan suara paru-paru, selanjutnya tetap perlu pemeriksaan lanjutan oleh dokter,” jelasnya.
Cut Nanda menuturkan, LUDESC berdiri sejak tahun 2023 dan merupakan hasil kolaborasi antara bidang teknologi informasi dan kesehatan. Ia berlatar belakang pendidikan Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala dan memiliki pengalaman di bidang biomedik.
Menurutnya, inovasi ini dilatarbelakangi keterbatasan jumlah dokter spesialis paru, khususnya untuk layanan jarak jauh. Dengan adanya stetoskop digital, pasien dapat melakukan pemeriksaan awal secara mandiri, sementara dokter memantau dari lokasi berbeda.
“Dokter berada di satu tempat, pasien memegang sendiri stetoskopnya. Data suara paru-paru kemudian dikirim melalui aplikasi telemedicine,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Founder dan CEO Pos Saku, Muharir, yang juga hadir sebagai narasumber, menyambut baik kehadiran inovasi teknologi kesehatan yang lahir dari anak muda Aceh. Menurutnya, pengembangan startup berbasis teknologi memiliki potensi besar untuk menjawab kebutuhan layanan publik.
Melalui pengembangan LUDESC, para inovator berharap teknologi kesehatan digital dapat memperluas akses layanan medis, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan tenaga medis, serta mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis digital di Indonesia.




