Linktown Raih Penghargaan Tertinggi di Summarecon Awards 2026
Sumber Foto: SWA.co.id
Lifestyle

Linktown Raih Penghargaan Tertinggi di Summarecon Awards 2026

Linktown kembali mengukir prestasi dengan gemilang di Summarecon Awards 2026 “Property Night Fever”.Tim ini berhasil menorehkan sejumlah penghargaan bergengsi, menegaskan kekuatan strategi dan keunggulan mereka dalam memasarkan proyek-proyek unggulan Summarecon.

Dalam ajang tahunan PT Summarecon Agung Tbk, Linktown sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat bergengsi Top 1 – Best of the Best Agent Properti Summarecon, Top 1 – Summarecon Crown Gading, serta Top 3 di Summarecon Bekasi dan Summarecon Bandung.

Keberhasilan ini tidak hanya membuktikan konsistensi performa Linktown, tetapi juga memperkuat reputasinya sebagai agen properti yang selalu berada di puncak inovasi dan layanan. Swandy Sutanto, Co-Founder Linktown, mengatakan prestasi ini diraih berkat pencapaian Best on Value, yakni kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten sepanjang periode penilaian.

“Penghargaan ini mencerminkan kekuatan strategi penjualan, kualitas tim agen, dan efektivitas pendekatan pemasaran Linktown dalam memasarkan proyek-proyek Summarecon,” ujar Swandy dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Senin (16/2/2026).

Prestasi ini berhasil dipertahankan selama dua tahun berturut-turut (2024–2025), menegaskan posisi Linktown sebagai broker properti terdepan sekaligus mitra strategis terpercaya bagi Summarecon.

“Keberhasilan ini adalah bukti konsistensi dan komitmen seluruh tim, sekaligus motivasi bagi kami untuk terus tumbuh dan berinovasi,” katanya.

Abel Kurniajaya, Co-Founder Linktown, menyebut lima tahun terakhir industri brokerage properti Indonesia berubah signifikan. Konsumen kini rasional dan berbasis data, menilai harga sekaligus potensi jangka panjang seperti capital gain, akses, dan reputasi developer, sehingga pendekatan konsultatif lebih diminati daripada hard selling.

Pemasaran bergeser ke digital seperti media sosial, marketplace, performance ads, dan CRM. Sementara event offline tetap relevan sebagai bagian kampanye terintegrasi.

Persaingan kian ketat, sehingga diferensiasi kini ditentukan oleh kualitas layanan, kecepatan respons, dan kemampuan closing.

Teknologi seperti CRM, dashboard digital, virtual tour, dan data analytics kini menjadi standar untuk produktivitas dan transparansi, disertai integrasi sistem antara agen, developer, dan konsumen.

Ke depan, industri brokerage diprediksi makin data-driven, cepat, transparan, dan berfokus pada kemitraan jangka panjang dengan developer.

Sejak berdiri 2 Februari 2020, Linktown cepat menjadi broker terkemuka berkat strategi terstruktur yaitu fokus pada primary market, sistem penjualan standar, pelatihan intensif agen, teknologi internal, dan budaya kolaboratif berorientasi hasil.

Keunggulannya meliputi SDM terlatih, promosi terpadu, dan kemitraan strategis dengan developer. Rekrutmen selektif dan onboarding intensif memastikan agen berkualitas dan adaptif.

“Dengan strategi, teknologi, dan budaya kuat, Linktown optimistis memperkuat posisi di industri brokerage nasional dan menjadi mitra pilihan developer maupun konsumen,” tutup Co-Founder Deryan Nataniel.(*)