Lima Startup Terpilih Sukses Ikuti Program Grab Ventures Velocity Batch 8
Sumber Foto: RM.ID
Ekonomi

Lima Startup Terpilih Sukses Ikuti Program Grab Ventures Velocity Batch 8

RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak lima startup terpilih dalam program Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8. Mereka mendapat berbagai rangkaian intensif.

Mulai dari mentorship mendalam bersama praktisi industri, integrasi ke dalam ekosistem digital Grab melalui implementasi pilot project, hingga peluang pitching dengan mitra strategis.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi melihat, para startup terpilih ini berhasil menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang akan berdampak jangka panjang.

“Semangat mereka dalam menciptakan solusi yang relevan dan bernilai tambah bagi komunitas mencerminkan potensi besar dari generasi muda Indonesia untuk perubahan positif bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Implementasi pilot project di dalam ekosistem Grab menjadi salah satu tonggak terpenting dalam rangkaian program GVV Batch 8. Melalui momentum penting ini, para startup dapat menguji solusi mereka secara langsung di ekosistem Grab.

“Inisiatif ini membantu startup memperluas skala, meningkatkan dampak, dan berkolaborasi dengan berbagai lini bisnis Grab,” ucapnya.

Presiden Direktur Superbank Tigor M Siahaan mengatakan, selama enam bulan perjalanan Grab Ventures Velocity Batch 8, pihaknya melihat bagaimana inovasi para startup tidak hanya diuji, tetapi benar-benar diterapkan dalam konteks nyata melalui pilot project di dalam ekosistem Grab.

Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa solusi yang dikembangkan tidak berhenti pada ide, tetapi mampu menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan Indonesia secara terukur dan berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari ekosistem Grab, Superbank percaya bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci untuk membantu startup memperkuat fondasi bisnisnya, sekaligus memperluas dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Senada, Managing Partner Genesis Alternative Ventures Jeremy Loh mengungkapkan, GVV adalah platform krusial untuk memperkuat masa depan teknologi berkelanjutan di Indonesia, dan Genesis bangga dapat mendukung para founder yang menghadirkan solusi nyata.

“Melalui kolaborasi ini, kami memberikan pendampingan strategis dan praktis untuk membantu mereka memperluas dampak di seluruh Indonesia, sembari mengelola pertumbuhan serta struktur modal mereka secara efektif,” ujarnya.

Grab Indonesia resmi menutup rangkaian tersebut melalui sesi Graduation Day, yang menjadi momentum refleksi capaian dan dampak dari lima startup terpilih setelah mengikuti program akselerator intensif selama enam bulan.

Mengusung tema ‘Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations’, GVV Batch 8 ini berfokus pada teknologi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular.

Fokus tersebut diwujudkan melalui lima finalis startup yang telah terpilih dari ratusan peserta yaitu CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak.

Sejak Agustus 2025, para startup terpilih dan menempuh perjalanan tersebut mencapai puncaknya pada acara Graduation Day GVV Batch 8.

CEO & Founder of Jejakin Arfan Arlanda mengatakan, Jejakin bekerjasama dengan Grab dan Grab For Business dalam menciptakan fitur ‘Sustainability as a Service’ yang memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung dan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga sekitar 733 kilogram CO₂ per bulan.

“Kami optimis pilot project ini dapat menjadi contoh kolaborasi strategis yang menghasilkan dampak terukur dalam pengurangan emisi karbon,” tuturnya.

CEO of Liberty Society Tamara Soerijo mengungkapkan, melalui kolaborasi bersama Grab kami membuat merchandise berbasis upcycling dari jaket Mitra Pengemudi Grab, serta minyak jelantah bekas para Grab Merchant.

“Beberapa produk tersebut dijual kembali ke Grab Mart. Inisiatif ini menghemat emisi karbon hingga 208 kg CO₂e, atau sebanding dengan menanam 9 pohon,” ucapnya.

CEO & Co-Founder of Sirsak Angeline Callista menjelaskan, melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab, pihaknya mengajak pengguna berkontribusi pada pengelolaan sampah melalui donasi sebesar Rp 1.

Program ini berhasil menyalurkan insentif pengumpulan untuk 25 ton sampah daur ulang serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja sampah.

“Dengan pendampingan intensif startup mampu mempertajam skills mereka dalam menciptakan solusi operasional yang lebih efisien pada bisnis,” ujarnya.

CEO & Co-Founder of Rekosistem Ernest Layman mengatakan, integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan setor sampah dengan praktis, memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Sekaligus membuka peluang pengembangan model bisnis sirkular baru melalui solusi transportasi logistik dan mendorong terwujudnya budaya Pilah-Kemas-Setor sampah di masyarakat.

“GVV Batch 8 turut memfasilitasi startup di sektor kendaraan listrik untuk menguji solusi yang relevan dengan kebutuhan ekosistem Indonesia,” katanya.

Lalu, CEO & Co-Founder of CASION Kevin Pudjiadi menuturkan, melalui pemahaman pasar dan pilot project bersama Grab, kami dapat memvalidasi solusi EV charging yang terjangkau dan relevan, sekaligus mempercepat perluasan infrastruktur kendaraan listrik secara berkelanjutan.

Program akselerator GVV tahun ini diperkuat oleh dukungan dari Superbank dan Genesis Alternative Ventures sebagai mitra strategis utama, menghadirkan kapabilitas sektor teknologi, perbankan digital, dan solusi pembiayaan.

Gerakan 1.000 Startup Digital

Dalam acara ini, Grab juga turut mengumumkan kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) melalui penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Grab dalam mendukung pengembangan dan penguatan ekosistem digital nasional melalui gerakan nasional 1.000 startup digital, Garuda Spark Hub, dan pemanfaatan teknologi baru untuk menciptakan ekosistem digital yang inovatif, inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, sebesar 83 persen dari total 35 alumni GVV terbukti terus bertumbuh dan telah berhasil membangun bisnis berkelanjutan melampaui rata-rata global program akselerator sektor teknologi.

Dengan dukungan kolaboratif dari para mitra serta komitmen jangka panjang Grab terhadap inovasi dan keberlanjutan, Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem startup yang tangguh, inklusif, dan siap berkembang.

“Grab berharap perjalanan dan capaian para peserta GVV Batch 8 akan menginspirasi lebih banyak startup di Indonesia untuk menciptakan solusi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Neneng.