KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin EDC di BRI
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyidikan terkait dugaan praktik korupsi dalam pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Kasus ini telah memasuki tahap penyidikan, setelah sebelumnya dilakukan pengumpulan informasi dan bukti yang relevan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa lembaga antirasuah tersebut sedang mendalami dugaan tindak pidana korupsi (TPK) yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BRI, khususnya pengadaan mesin EDC.
"KPK telah melakukan permintaan keterangan kepada pihak-pihak terkait dan pada Kamis, 26 Juni, tim kami melakukan penggeledahan di Kantor BRI Pusat Sudirman dan Gatot Subroto," jelas Budi.
Meskipun sudah berada di tahap penyidikan, hingga saat ini KPK belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. KPK menggunakan surat perintah penyidikan (Sprindik) umum untuk menangani kasus tersebut.
Salah satu individu yang telah dimintai keterangan adalah mantan Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto. Namun, KPK belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan yang dilakukan.
Budi menambahkan, KPK akan terus mendalami dan mencari tahu lebih lanjut mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengaturan pengadaan mesin EDC di BRI. "KPK tentu akan segera menyampaikan update hasil penyidikannya kepada publik," tambahnya.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyatakan bahwa dugaan praktik korupsi ini terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir, yaitu antara tahun 2023 dan 2024. "Kalau tidak salah 2023–2024," ujarnya.
Hingga saat ini, KPK belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai pihak penyedia atau vendor yang terlibat dalam proyek pengadaan mesin EDC tersebut. "Untuk pihak penyedia nanti akan kami update, karena memang ada beberapa penyedia yang diduga terlibat," katanya.
Infobanknews berusaha menghubungi Sekretaris Perusahaan BRI, Agustya Hendy Bernadi, untuk mendapatkan klarifikasi mengenai penggeledahan di dua kantor BRI tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons dari pihak terkait.




