Kondisi Sentra Kerajinan di Tanggulangin Sidoarjo Mengalami Penurunan yang Signifikan
Sumber Foto: Radar Sidoarjo
Sentra Hari

Kondisi Sentra Kerajinan di Tanggulangin Sidoarjo Mengalami Penurunan yang Signifikan

Sentra kerajinan tas dan sepatu yang terletak di Desa Kludan, Tanggulangin, Sidoarjo, kini mengalami penurunan yang signifikan. Dari lebih dari 300 perajin yang ada sebelumnya, kini hanya sekitar separuhnya yang masih aktif berproduksi. Situasi ini menyebabkan banyak toko tutup dan beralih fungsi menjadi usaha lain, seperti stan makanan.

Salah satu perajin mengungkapkan bahwa dahulu kawasan ini selalu ramai dengan pengunjung, namun saat ini banyak perajin yang hanya mengandalkan pesanan khusus. Penurunan aktivitas kerajinan ini mulai terasa sejak terjadinya semburan lumpur di Porong, yang membuat calon pembeli dari luar kota menghindari kunjungan ke Kludan karena mengira lokasi tersebut dekat dengan bencana.

Puncak penurunan terjadi saat pandemi Covid-19, yang membuat suasana sepi total dan hingga sekarang belum sepenuhnya pulih. Kludan sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata belanja unggulan, tidak hanya bagi warga Sidoarjo tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Pada musim liburan, kawasan ini dipenuhi dengan bus wisata yang berkontribusi pada kemacetan di sepanjang Jalan Raya Kludan.

Meski demikian, upaya untuk menghidupkan kembali sentra kerajinan ini terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara rutin menggelar pameran, seperti Tanggulangin Fair di Pasar Wisata, dengan tujuan agar pemasaran produk perajin bisa lebih luas. Namun, salah satu perajin, Hisyam, menyatakan bahwa pelatihan saja tidak cukup. Diperlukan terobosan baru untuk menarik kembali minat masyarakat agar mau berkunjung ke kawasan ini.

“Mungkin yang dibutuhkan sekarang adalah daya tarik baru, agar orang mau datang lagi ke sini,” tutupnya.