Komitmen Khofifah Menjadikan Jawa Timur Pusat Ekonomi Syariah Nasional
Jawa Timur Siap Jadi Pusat Ekonomi Syariah
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah nasional. Hal ini akan dicapai melalui penguatan sinergi, inklusi, literasi, dan transformasi digital yang berlandaskan nilai-nilai syariah.
Dalam sebuah keterangan resmi yang diterima di Surabaya, Khofifah menyatakan, "Mari kita jadikan FESyar (Festival Ekonomi Syariah) Jawa 2025 sebagai momentum untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan mendorong transformasi digital berdasarkan nilai-nilai syariah demi tercapainya masyarakat yang sejahtera dan bermartabat."
FESyar Sebagai Gerakan Sosial Ekonomi
Khofifah menegaskan bahwa FESyar bukan hanya agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan sosial ekonomi lintas sektor yang relevan dengan masyarakat. Tujuan dari FESyar adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan ekonomi syariah, serta mengubah paradigma dari sekadar transaksi halal menjadi gaya hidup halal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa FESyar juga bertujuan untuk mendorong budaya ekonomi yang produktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan era digital.
Pendukung Ekonomi Syariah di Jawa Timur
Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur telah memantapkan diri sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah nasional. Hal ini didukung oleh jumlah penduduk yang mencapai 42,09 juta jiwa, dengan 97,28 persen di antaranya adalah Muslim. Selain itu, terdapat lebih dari 7.300 pondok pesantren, di mana 4.400 di antaranya telah memiliki rekening syariah. Jumlah sertifikasi halal di Jawa Timur juga mencapai 460 ribu untuk lebih dari satu juta produk.
Kehadiran Kawasan Industri Halal (KIH) di Sidoarjo, yang merupakan kawasan pertama dan terbesar di Indonesia, semakin memperkuat posisi Jawa Timur dalam industri halal nasional.
Tantangan dan Upaya Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah
Meski demikian, Khofifah mencatat masih banyak tantangan yang perlu dihadapi, terutama dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah. Menurut data nasional, inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41 persen, sementara tingkat literasi keuangan syariah hanya berada di angka 43,42 persen.
Program Sinergi untuk Ekonomi Syariah
Dalam upaya memperkuat sektor ekonomi syariah, Khofifah mengumumkan peluncuran program unggulan Sinergi Amanah Tumbuh Unggul, yang merupakan bagian dari Gerakan Ekonomi Syariah Regional Jawa Bangkit (Satu Gerbang) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan.
Program ini dijalankan melalui tiga pilar, yakni hilirisasi dan akselerasi layanan halal, Sinergi Akselerasi Gerakan Penguatan Keuangan Syariah Jawa (Siaga), dan program literasi ekonomi syariah untuk generasi muda yang disebut Cerdas dan Melek Literasi Ekonomi Syariah untuk Generasi Gemilang (Cemerlang).
Khofifah mengajak semua elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), santri, UMKM, komunitas, dan pemuda untuk berkolaborasi dalam mencapai tujuan ini. Kolaborasi yang dimaksud juga melibatkan lembaga-lembaga syariah seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan berbagai organisasi lainnya.
Harapan untuk Masa Depan Ekonomi Syariah
Khofifah menutup dengan harapan bahwa dengan kerjasama yang solid, ekonomi syariah di Jawa Timur tidak hanya akan terus tumbuh, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi lebih produktif, mandiri, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan digital.




