Kenaikan Harga Cabai Jelang Nataru, Bapanas Usulkan Suplai dari Sentra Produksi
Jakarta - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengamati adanya kenaikan harga cabai, khususnya cabai rawit merah. Untuk mengatasi masalah ini, Bapanas meminta penambahan pasokan dari daerah sentra produksi sebagai salah satu solusi.
Menurut data dari Panel Harga Pangan Bapanas, harga cabai rawit merah di DKI Jakarta tercatat masih tinggi, mencapai Rp 94.667 per kilogram (kg), sementara harga acuan penjualan (HAP) ditetapkan antara Rp 40.000-57.000 per kg. Secara nasional, harga rata-rata cabai rawit merah juga tercatat tinggi, yakni Rp 73.119 per kg, yang jauh melebihi HAP yang telah ditentukan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah musim hujan yang mengganggu pemetikan di daerah sentra produksi. "Pada saat musim hujan, pemetikan cabai di daerah sentra mungkin berkurang, sehingga harga terkoreksi. Namun, diharapkan dengan kondisi normal, harga akan kembali stabil," ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (16/12/2025).
Untuk menstabilkan harga, Bapanas mendorong pengiriman cabai dari daerah penghasil, seperti Aceh Tengah yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar di DKI Jakarta, serta Kabupaten Jeneponto, Enrekang, dan Wajo di Sulawesi Selatan. Maino menambahkan, tantangan distribusi akibat faktor cuaca dapat menyebabkan gangguan pasokan, sehingga perlu pemantauan terus-menerus.
Sebagai langkah tambahan, program kerja sama antar daerah untuk meningkatkan pasokan pangan telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. "Pemerintah daerah juga berperan penting dalam membantu biaya distribusi dan transportasi, sehingga masyarakat dapat menikmati harga pangan yang lebih terjangkau," tambah Maino.
Sementara itu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat bahwa harga cabai rawit merah telah mengalami kenaikan signifikan menjelang Nataru. Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi Sarijowan, mengonfirmasi adanya pola tahunan kenaikan harga komoditas pangan saat menjelang hari besar. Dia mencatat harga cabai rawit merah telah mencapai Rp 120.000 per kg di beberapa daerah, yang hampir setara dengan harga satu kilogram daging sapi.
Reynaldi menyatakan, "Kami memantau kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru, dan sudah terasa di beberapa komoditas, termasuk cabai rawit merah yang kini harganya sudah melampaui Rp 100.000 per kg."




